Menikahi Pria Pilihan

Wah saya bukan anak cewek yang dari umur 5 tahun berpikir untuk memakai gaun pengantin di usia 24 tahun. Bahkan sampai umur 23 tahun pun blom terpikir untuk menikah. Dan tragisnya di usia 25, menjadi single.  Tanpa memikirkan sebuah kewajiban sebagai Muslim (please don’t try this at home), dulu saya berpikir hidup sendiri, hidup dengan EGO (gyaaahh…). Tapi seiring berjalannya waktu, ehm, saya memikirkan sebuah pertemanan dalam hidup yang terikat, terkomitmen dan ter-ridhoi.

Lamaran juga g panjang-panjang. Jadi inget pas mr.A dateng ke rumah minta ijin mau melamar. Adddduuuhh,itu ya..kayaknya adegan terajaib yang pernah ada dalam hidup. G pernah denger mr.A bicara begitu runtun,rapih,sopan, serius dan tegas, ngebuat saya lumer dan meleleh. Dan Allah maha memudahkan. Tampaknya orang tua saya teryakinkan dengan ucapannya yang mantap. mengutip kata-kata mr.A,

Sesuatu, bila disampaikan dari hati, pasti akan sampai di hati juga, begitulah kesungguhan dan Cinta

Di hari lamaran,saya tidak bisa berhenti cengengesan, entahlah, tapi saya selalu begini saat harus menghadapi adegan menegangkan, cengengesan tiada henti. Dua orang sahabat yang terlibat di acara malam itu sampai tidak bisa mengerti kenapa saya cengengesan.

Setelah mr.A pergi melanjutkan studi,sebenarnya blom terpikirkan kapan akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Namun di suatu hari, setelah pengumuman kegagalan aplikasi sekolah, Papa memutuskan untuk meresmikannya di tengah tahun 2009. Setelah pilih-pilih tanggal baik, yang artinya adalah tanggal tersedianya gedung, terpilihlah 14 Juni 2009. Tanggalnya bagus menurut saya, isinya tanggal lahir saya dan mr.A. Maksa tapi bener.

Nyiapin sendirian selama enam bulan, beneran pake energi. Karena masih dapet kerjaan di Bandung, setiap akhir minggu, mau tidak mau, mudik ke ibukota. Mempersiapkan ini itu. Belum lagi urusan menyelaraskan selera dengan orang tua yang kadang (bahkan sering), bukan pekerjaan mudah. Selain selera juga yang pasti adalah harga. Ini pertimbangan besar. Seringkali, bangun pagi dan menginginkan semua urusan ini itu sudah selesai dengan sendirinya.

Gak semuanya berjalan sesuai rencana, ada saja persiapan yang harus menggunakan treatment khusus. Apalagi saya mengerjakan sendirian,tanpa mr. A,tapi beruntung masih mendapat bantuan dari orangtua dan adik. Harus EKSTRA SABAR dan ekstra DOA. Karena g mudah untukmengkomunikasikan apa yang dipikiran ke orang lain, jadi mau ga mau, harus sabar. Kayaknya ini baru pertama dalam hidup saya, saya merasa tidak mampu menangani semuanya sendiri, karena semua hal, konsumsi, dekorasi, gaun pengantin, acara harus dipercayakan kepada orang  lain. Dan di Hari-H nya saya malah g boleh menjadi komando diatas persiapan yang sudah saya buat.

Seminggu sebelum Hari-H,mr.A pulang. Sayangnya, saya dilarang menjemput,bukan karena dipingit, tapi memang g ada yang nganter ke bandara. Tapi tak mengapa,keesokan harinya, pagi-pagi si mr.A udah nongol didepan rumah,senyum-senyum 🙂 membawa setumpuk coklat. Mau mengantar saya mengirimkan undangan, dibikin di Angel Invitaion Bandung, yang tersisa. Sembari besoknya menyempatkan diri ke Bandung untuk menghadiri pernikahan ‘partner in crime’ saya nyiapin nikahan ini, daaan..sekalian pre-wed (sempet-sempetnya). Eh biar buru-buru, hasil foto pre-wednya Glam Photo dahsyat, love it much. Kita baru beneran g ketemu H-3, ya..ya..ya,kata orang 30 hari sbelumnya g boleh ketemu biar manglingi, tapiii…kita udah g ketemu 8 bulan..dan ketemu cuma 4 hari sbelum nikahan saya yakini,masih membuat mr.A pangling pada kecantikan saya (*lemparbuku*).

Gaun pengantin dan kebaya dari Raksukan Sae memang agak mepet datengnya, cuma pas liat hasilnya, suka banget. Apalagi kebaya midodareninya, kereeen. Sehari sebelum acara dirumah, orang-orang dari Rumah Kampung udah sibuk banget bikin dekor di dalem rumah, untuk siraman, kamar pengantin. Rangkaian bunganya memang simple cuma berasa mewah dan harum.

Bersyukur-bersyukur, Alhamdulillah, tante-tante dateng 3 hari sebelumnya,membuat semua persiapan syukuran dirumah super duper well prepared. Pengajian, Siraman dan sungkeman, dan malam Midodareni,semua sempurna. Kue-kue buatan tante-tante ini emang 5 jempol. Yang gwe suka banget dari malam midodareni nya itu adalah Jilbabnya, karyanya Naura Jilbab. Keren. Yang dandanin sih dari Kamaratih.

Hari-H,udah g berasa apa-apa, walaupun agak deg-degan. Tapi karena hari-H udah saya percayakan ke mas Sony dari Kado Istimewa, saya agak tenang. Makanan pun oke, Alfabet Katering lah ya :). Pas Ijab Kabul, mr.A is rally-really a cool guy. Alhamdulillah lancar. Acara resepsi biarpun agak terlambat, tapi alhamdulillah lancar. Dan gwe g bisa habis tersenyum, I feel like that day is the greatest day ever. Married to man you love and adore.

Dan mulai hari itu, menjalani hidup bersama. Berkomitmen saling menjaga dalam susah dan senang, dalam rahmat dan ridho Allah. Bersiap menjalani hari-hari bersama dengan orang yang sama,yang mendatangkan senyum setiap hadirnya.

Sepertinya ucapan alhamdulillah tidakbisa berhenti diucapkan sejak bertemu dengan mr.A. Salah satunya bersyukur bisa menikahi pria pilihan. (mr.A, g usah ge er berlebihan). Love you my dearest lovely and funny husband.

ps. Rangkuman vendor ada di sini, dan semua dokumentasi oleh Payu Photo. Dan terima kasih untuk semua dukungan teknis dan doa. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Menikahi Pria Pilihan

  1. huaaa…emang harus SABAR ya tehhhhh >_< dian tuh deket bgt ama nyokap tapi beneran deh urusan nikah ini, yang notabene nyokap udh menyerahkan segala keputusan ke aku, tetep aja ada konflik…yang berujung males balik ke surabaya hahahahahhaa…

    serius deg2an bangettttttt…tapi soal married to man you love and adore tuh agree banget!kalo dian sih ktemunya malah ajaib heheheheh..

    smoga jadi keluarga yang bahagia ya.amien. (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s