Hari-hari sebelum pindah

yap, sebuah langkah besar lagi dalam hidup saya akan diambil. Mengikuti suami dan pindah ke bagian bumi lain. Tinggal di tempat baru dan asing.

Saya akan pindah ke Kopenhagen,Denmark. Excited bercampur tegang karena ini bakal jadi awal yang baru untuk kehidupan kami berdua. Saya berangkat dengan visa turis untuk kemudian mengurus izin tinggal setibanya disana. Aplikasi visa sudah diajukan dan alhamdulillah lancar. Untuk pengurusan visa bisa diliat di website milik Kedutaan Denmark.

Sesudah visa selesai, dan pulang bulan madu, kami menikmati hari-hari di Jakarta nan macet dengan bangun pagi karena harus mengantarkan mama, lalu menghabiskan siang dengan nonton seharian, makan, ngemall. Trus kita sempet jalan-jalan ke Semarang (posting selanjutnya yah). Dan pastinya pamit ke semua orang di Bandung yang kami cintai.

Paling terasa berat itu saat harus pamit ke lab tempat kami berdua dulu bekerja. Saya dan mr.A sama-sama menghabiskan masa kuliah sembari bekerja sebagai peneliti di salah satu laboratorium di ITB. Hampir 5 tahun kerja disana, kami merasakan terlalu banyak kenangan yang akan kami tinggalkan. Teman makan siang, supervisor yang energik dan menyenangkan, teman seruangan yang bisa diajak begadang. Rasanya, sulit untuk berpisah. Dan entah kenapa, Jumat saat kami tiba di Bandung, menjadi mendung dan kemudian hujan rintik-rintik. What a day!? Saya membereskan beberapa barang yang tersisa di kos-an,kemudian kami mengunjungi tante tercinta dan malah menghabiskan malam di Bandung.

Minggu-minggu terakhir kami di Jakarta juga disisipi dengan menghadiri pernikahan sahabat kami, Chica dan Ara. Sekalian pamit dengan teman-teman sepermainan dan menyempatkan diri bereuni kecil-kecilan dengan teman-teman SD saya.

Ouuhhh…I never thought before, this feeling is so hard and uneasy to make a big move. Tapi saya percaya, yang menunggu di depan, akan membuat kita lebih baik.

Hari keberangkatan pun semakin dekat, barang-barang yang dibutuhkan sudah terkumpul. Sudah di masukkan ke dalam koper dan pastinya sangat berat. Visa dan tiket sudah ditangan. Rendang dan kering tempe sudah masuk ke dalam koper (yoi…bawa bekel donk..biar ga stress). Jeng..jeng…jeng…jari keberangkatan pun tiba.

7 Juli 2009, Selasa, semua orang sudah berada di bandara, Papa,Mama, Papi dan Mami (mertua), dan tante yang sengaja dateng dari Semarang.wiuuuhhh berasa mau pergi kemana. Kami berdua siap-siap check in. Semuanya lancar hingga…. ternyata kami tidak bisa berangkat….(bersambung)

Advertisements

One thought on “Hari-hari sebelum pindah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s