Selamat Tinggal Indonesia

“(kisah sebelumnya7 Juli 2009, Selasa, semua orang sudah berada di bandara, Papa,Mama, Papi dan Mami (mertua), dan tante yang sengaja dateng dari Semarang.wiuuuhhh berasa mau pergi kemana. Kami berdua siap-siap check in. Semuanya lancar hingga…. ternyata kami tidak bisa berangkat…

Lebih tepatnya saya…tidak bisa berangkat. Entah apa yang dikepala kami berdua saat mbak-mbak dari Etihad nya mengatakan bahwa saya tidak bisa berangkat karena visa saya belum berlaku. Coba ya…dicek ulang dan ternyataaaaaa…we both need to breath deeply when we saw the valid date for the visa, the date is o70909. Yang artinya, baru berlaku pada tanggal 9 Juli 2009. We both deeply confused, since I apply for 8 July and we updated the new date to 7 July, why the date show in my passport is 9 July.

Kami menelepon kedutaan dan mereka mengatakan bahwa untuk aplikasi tgl 8 mereka memberlakukan tgl 9 dan mereka tidak memperbaharui tanggal aplikasi sesuai dengan tiket keberangkatan. Mereka g bisa bantu mempercepat dan akhirnya kami mengalah dan batal pergi hari itu. Dan kami berdua merasa amat sangat bodoh, tidak teliti dan ajaib dengan sama-sama menganggap bahwa 070909 itu adalah 7 Juli. Kami saja takjub dengan super kebodohan ini apalagi orang tua kami. Kayak udah dianter sekampung g jadi pergi ajya.

Oke…the show must go on. Yang penting visa udah ditangan, kami hanya (oke g hanya ya ini) menukar tanggal keberangkatan (yang artinya menukar dan menambah). Kami g mau bikin orang rumah panik, jadi dengan tenang kami jelaskan sembari tertawa miris prosedur yang akan kami lakukan demi keberangkatan 2 hari kemudian.

Kami ke kantor Etihad yang berada di gedung Summitmas, membereskan semua tiket. Sepanjang perjalanan dari bandara ke Sudirman kami cuma bisa ketawa-ketawa aja. Masih sangat takjub dengan kecerobohan tingkat tinggi yang kami lakukan. G bisa menyesal juga, ya akhirnya cuma cekikikan. Selesai urusan dengan Etihad kami makan siang yang terlambat di Plaza FX, keluyuran menikmati Jakarta hingga malam tiba.

Sepanjang malam kami cuma bisa berdoa semoga tidak ada hambatan yang berarti hingga keberangkatan kami. Tampaknya mama papa pun tidak mau menganggu kami dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjelaskan. Sisa satu hari kami persiapkan untuk memastikan bahwa barang bawaan kami TIDAK TERLALU over weight. Karena ternyata perhitungan bagasi tetap dilakukan perorangan yaitu maksimum 20 kg/orang.

Tanggal 9 Juli 2009, semua sudah disiapkan. Saya dan mr.A berangkat belakangan dari rumah, setelah ritual perpisahan dengan kamar dan semua ruang, akhirnya saya bisa merasaka hawa perpisahan dengan rumah ini. meskipun saya lebih lama tinggal di Bandung daripada dirumah ini, tetap saja,tiap sudutnya punya rasa dan kenangan yang berbeda.

Tiba di bandara, saya menunggu koper yang berada di mobil papa dan lalu check in. Alhamdulillah kali ini lancar,walaupun sebenernya 2 koper kami overweight, tapi tampaknya orang Etihad sudah maklum.

Perpisahan dengan mama,papa dan juga mami,papi sebenarnya sangat mengharukan. Tapi saat itu saya berjanji, tidak akan menangis, karena saya ingin mereka yakin bahwa saya bahagia dengan kepergian ini dan siap menyambut masa depan saya (sama ketika saya berpisah dengan mr.A 10 bulan sebelumnya). Saat menunggu di ruang keberangkatan saya baru merasakan tubuh saya bergetar, mungkin ini campuran antara senang dan haru atas perpisahan ini. Sebelum akhirnya saya masuk ke pesawat, saya dan mr.A menghabiskan semua sisa pulsa untuk mengucapkan perpisahan ke adik, kakak, mama,papa, mami dan papi. Dan sebelum masuk ke pesawat, saya mencoba menghirup udara Indonesia untuk terakhir kalinya sebelum tergantikan dengan udara negara lain….

Selamat tinggal Indonesia, nantikan kedatangan saya untuk melepas rindu pada hangatnya matahari di khatulistiwa…

Advertisements

4 thoughts on “Selamat Tinggal Indonesia

  1. ngga ngebayangin wajah kalian berdua kayak apa..udah gitu wajah2 ortu kalian juga termasuk semua yang nganter pasti pada bingung and bengong.

  2. AIihhhh…senangnya berangkat berdua. Kaga kaya eikeh yg berangkat ke kutub sendiri…sampe dikasihani krn dikira anak2 yg travelling sendirian -_-”

    Salam kenal yaaa…
    – tisa (pacarnya Kintha ^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s