Semarang…mudik sejenak

Sebenernya saya dan mr.A merencanakan untuk melakukan perjalanan mudik ke rumah mbah-mbak kami berdua,sekalian ziarah ke makam mereka. Rumah mbah dari papa ada di Semarang, mbahnya mr.A di (m)Batang dan mbah dari mama ada di Lumajang, Jawa Timur. Tapi karena keterbatasan waktu, kami akhirnya hanya sampai di Semarang.

Perjalanan berangkat kami pilih dengan kereta api. 8 jam diatas kereta api ternyata memang tidak nyaman. Tapi karena perjalanan nya dilakukan bersama istri yang cantik *byuur*,tampaknya mr.A tetap kalem walaupun tiap sejam melakukan peregangan.

Sampai disana, dijemput oleh sepupu dan om. Ibunya sepupu saya ini adalah one of my favourite auntie in my life, she’s just like my second mom. Terus kita naruh barang di hotel (huooooo) yang merupakan hadiah nikahan dari si tante dan om,dan langsung makan siang di Soto Bangkong. Sebenernya ya, kalau saya pribadi sih udah agak males makan di sini yang kata saya udah berubah rasanya dalam satu dekade ini. Kalau mungkin saya datang lebih pagi pasti udah nongkrong di warung soto yang lain yang rasanya masih nampol. Sesorean kita jalan-jalan di sekitar kota tua Semarang yang entah kenapa sangat romantis. I always love the old city. Entah cuma dibayangan saya, tapi rasanya, saya bisa merasakan hiruk pikuk perdagangan di sekitar bangunan-bangunan tua itu.

Tiba makan malam, kami ditraktir (lagi..dan lagi) makan di simpang lima, di salah satu warung nasi uduk. Kemudian dilanjutkan dengan tahu petis dan pecel Ibu (aiiiih lupa…) yang cuma buka mulai jam 12 malam. Entah kenapa ini malah jadi wisata kuliner ya 🙂 .

Keesokan harinya, saya dan mr.A berziarah ke makan mbah kung dan mbah uti. Kemudian dilanjutkan dengan ke rumah bude-pakde untuk sekalian pamit mau pindah. Senangnya bertemu dengan sepupu-sepupu yang saat acara pernikahan kami tidak bisa hadir karena melahirkan. Juga sekalian mengenalkan keluarga besar ini ke mr.A. Hari ini kami juga memutuskan untuk membatalkan pulang dengan kereta api dan menggantinya dengan pesawat yang harga tiketnya bahkan lebih murah dari tiket KA. Untung saja proses ganti ruginya sangat cepat,walaupun hanya diganti 60%, kami hanya menambah sedikit untuk keperluan tiket pesawat. Dan sore harinya kami mampir sejenak di Vihara Sam Po Kong, yang menurut saya sangat megah,sayangnya kami tidak bisa menemui mesjidnya.

Hari terakhir kami di Semarang, kami mengunjungi Mesjid Agung Semarang, membeli oleh-oleh disekitar jl.Pandanaran, lalu bersiap-siap untuk pulang. Dan rasanya puas sekali bisa mengunjungi Semarang, walaupun kami ternyata tidak bisa menyempatkan diri ke Batang. Mungkin ini tugas untuk kami dikedatangan selanjutnya. Wisata kuliner yang berkesan dan pertemuan dengan sanak saudara yang mengharukan.

Semoga kami diberi waktu untuk bisa bertemu dengan para tante,om,bude,pakde dan sepupu dan terus melanjutkan silahturahmi ini. Amin.

*pertemuan ke Semarang ini juga menjadi pertemuan terakhir kami dengan salah seorang Pakde, yang kemudian berpulang pada Desember lalu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kemudahan padanya*

Advertisements

One thought on “Semarang…mudik sejenak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s