My Wedding (short review and tips)

ini gara-gara baca blogwalking dan nemu tulisan ttg perjalanan mengurusi pernikahannya, yang menurut saya pribadi too much emotion.

Saya jadi mikir, pas persiapan pernikahan, kayaknya emosi pasti dipake. Saya percaya, sesuatu yang sempurna dan baik itu dikerjakan dengan niat yang baik juga, dan hasil baik itu tentunya dengan kerja keras. Seperti yang saya posting di tulisan sebelumnya, saya mengurusi pernikahan ini sendiri.

1.Berilah kepercayaan dari dalam hati

Memilih vendor sebenarnya pekerjaan mudah tidak mudah. Kalau mau gampang,cari aja yang udah tenar,tapi kan konsekuensinya harganya juga mahal g karuan. Jadi, dalam memilih vendor ini selera dan bujet harus dipertimbangkan sangat matang. Saya sangat tertolong dengan adanya Weddingku. Beberapa vendor saya temukan melalui website ini. Saya pastinya harus mengajukan ke mama papa, kalau langsung disetujui memepermudah saya,ya kalau tidak, saya mau tidak mau mencari yang lain. Sreg atau nggaknya orang tua ini sangat dipengaruhi saat vendor datang mempresentasikan karya mereka dan memberikan harga, lalu bagaimana perform mereka di lapangan. Kita sebagai calon klien juga g boleh capek bolak-balik liat perform mereka. Nah kalau memang ada yang udah sreg, komunikasikan dengan orang tua selera yang kita inginkan dan dengan si vendor dan liat nilai penawarannya. Buatlah sedemikian rupa agar harga dan penampilan menjadi cocok di hati dan pikiran. Saat sudah mencapai kesepakatan, selalu saya sampaikan ke para vendor, bahwa saya, pribadi, menaruh harapan besar ke si vendor, karena saya g mungkin masak makanan sendiri atau masang bunga2an sendiri. Jadi saya percayakan ke mereka, dan saya minta TIDAK MENGECEWAKAN kedua orang tua saya, karena ini…HARI BESAR MEREKA. Jadi saya katakan dengan sungguh-sungguh,

“Saya percayakan masalah ini pada anda”.

2.Praktis, taktis dan jangan panik

Bila terjadi ketidaksesuaian, maka jangan panik. Tarik napas dan ucapkan istighfar adalah jalan terbaik. Tidak semua lancar dalam persiapan pernikahan saya, tapi saya selalu sadar diri, bahwa saya komandannya, saya tidak boleh panik di peperangan ini, butuh siasat cepat dan taktis.

Saya, selalu menceritakan ke orang-orang yang saya pilih menajadi vendor saya bahwa saya sendirian mengurus ini itu pernikahan saya, maka saya minta bantuan si orang itu untuk ga neko-neko. Dan kepercayaan saya ini berhasil 100% memberikan pengaruh baik pada hubungan saya dengan para pemilik vendor. Saat undangan saya salah cetak, seluruh undangan sudah selesai. Dan salah. Saya mencoba tidak panik, dan saya menanyakan ke mas Felix selaku pemilik Angel Invitation, untuk solusi, dan dia memberikan yang terbaik. Tidak merusak undagan saya, dan hasil koreksinya sangat halus. Dia, layaknya profesional sangat-sangat terampil dan tepat waktu. Dan satu lagi yang membuat saya terharu bagaimana mas Eko dari Rumah Kampung, menangani seluruh teknis dekorasi,setelah PR yang menghubungkan saya dan rumah kampung sebelumnya resign tanpa sepengetahuan saya sebagai klien, dan berhasil meyakinkan papa untuk urusan dekorasi rumah.

Oh ya, satu orang lagi yang menurut saya berjasa sekali dalam pernikahan saya, dia adalah Pak Agus, dia adalah orang yang mencetak buku pengajian saya dengan hasil sangat baik dalam kurun waktu kurang dari 3 hari. Dan tepat waktu. Dan dia adalah orang yang sejak awal dikepanikan saya mencari percetakan buku pengajian cepat, yakin dan profesional untuk menyelesaikan janjinya. Alhamdulillah.

3.Carilah partner yang memudahkan

Saya harus mempersiapkan sendiri,karena tante-tante tidak tinggal satu kota dengan saya. Mama dan Papa juga bekerja, begitu juga dengan kedua adik saya yang kuliah. Tapi dukungan mereka bukannya tidak ada, mereka adalah the biggest supporter. Dan saya juga tau bahwa tante-tante akan sulit hadir hingga diminggu terakhir.

Maka saya mengukur kekuatan saya. Bahwa fakta saya tidak bisa turun dilapangan pada saat hari-H, adalah absolut. Dan saya butuh seseorang dengan kapasitas luar biasa dan profesional untuk menangani pernikahan saya di H-1 dan H. Kepanitiaan keluarga sudah saya susun jauh hari, yang fungsinya mengawasi pengerjaan dan mendukung secara moral mama dan papa. Dan pastinya mengkoordinir seluruh keluarga di ruang rias dan saat acara berlangsung. Dan untuk hari besarnya, saya putuskan untuk menggunakan bantuan Wedding Organizer untuk support pelaksanaan di hari-H.

Untuk panitia keluarga, 2 bulan sebelum hari-H diadakan rapat dirumah, untuk berkenalan dan sekalian saya membagikan buku panduan pernikahan yang saya dapatkan dari blognya Anggi. Dan tante-tante yang tinggal diluar kota pun saya bagikan resume rapat dan panduannya,untuk mempermudah di hari-H. H-14 saya adakan rapat yang digabung dengan WO, dan mas Sony memang pol, bikin mama papa tenang dan ketua panitia lega.

Pilihlah ketua panitia yang terpercaya dan mudah berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga dan terutama menenangkan orang tua. Sehingga bisa membuat kita si pengantin lebih lega. Dan terutama WO leader yang membuat kita menikmati prosesi saat hari H.

4.Sabar dan banyak berdoalah.

Kebahagiaan itu berasa indah banget bila kita pernah merasakan sedih. Saya bukannya tidak pernah menangis bombay saat menyiapkan pernikahan, pasti pernahm apalagi bila waktunya tepat dengan kedatangan PMS, maka mudah sekali menangis. Tapi saya yakin, insyaAllah, ini tujuannya mulia, untuk kebahagiaan saya dan orang tua, maka saya menjalani dengan bersabar pastinya dengan limpahan doa dari semua orang.  Dan insyaAllah dilancarkan.

5.Berterima kasih

Jangan lupa untuk berterima kasih untuk semua vendor yang telah membantu kita. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan acara besar kita. Dan semoga tetap bisa terus berhubungan baik dengan mereka.

Dan pada akhirnya, menurut gwe, persiapan pernikahan itu benar-benar menyenangkan. Meskipun dengan perjuangan yang tidak mudah untuk memberikan kepuasan pada semua pihak, tapi saya pikir kepercayaan dan kesabaran itu bisa berbuah baik. Dan mengurangi emosi itu memang banyak baiknya. Semoga semua yang sedang mempersiapkan pernikahan dalam waktu dekat ini dimudahkan dan dilancarkan. Amiin

Advertisements

5 thoughts on “My Wedding (short review and tips)

  1. Hmm, jadi ingat waktu nikahanku dulu. Seluruh keluarga besar membantu…, dengan doa. Timnya kami, panitianya kami, nyari penerima tamu juga di hari2 terakhir, detail acara dirancang sejam sebelum djam-D bersama kakak (now that was suicidal!).

    In the end, we pulled it through nicely. Almost emotionless. :O

    Nice to have families with no quirkiness about this-or-that tradition. On both sides, too. 😀

  2. wew…dian blom ngapa2in nihhhh..santai benerrrrr..kontrol emosi banget ya tehhhhh..itu wajib deh keknya yaaa dan pasrah!

    btw,aku sudah lihat multiply mu tehh..raksukan sae ga ada web/katalognya ya teh??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s