Kopenhagen kami datang

(kisah sebelumnya) “… kami melanjutkan perjuangan kami untuk mendapatkan penerbangan ke Kopenhagen…”

Karena kejadian kami batal berangkat, maka penerbangan dari Frankfurt yang seharusnya menggunakan SAS juga kami batalkan, sehingga kami harus berjuang mendapatkan tiket ke Kopenhagen baru dengan harga yang masuk akal.

Setelah kami menngambil bagasi, kami langsung berpindah ke terminal 3 untuk mencari loket pembelian tiket. Dan tiba disana…okey…antrian dimana-mana. Tempat check-in, tempat beli tiket dan jeng…jeng…saya melihat satu loket kosong dibalik antrian panjang pembelian tiket dan tulisannya sungguh membuat kami tercengang, last minute ticket!!, salah satu tujuannya Kopenhagen dengan harga yang…..bahkan lebih murah dari saat kami beli via online (yippeee..), langsung saja mr.A membelinya. Dan ini bener-bener tiket menit terakhir, karena kami adalah orang yang menempati kursi kosong terakhir dan setelah kami, si mas-mas penjual langsung menutup loketnya. Oke,perjuangan selanjutnya, check in di konter Lufthansa yang (glek!) ramai sekali, sedangkan penerbangan kami kurang dari satu jam. Untungnya, alhamdulillahirabbilalamin, ada konter baru dan kami langsung jadi antrian pertama.

Karena penerbangan ke Kopenhagen dengan menggunakan SAS  (Scandinavian Air Service) yang pesawatnya kecil, otomatis koper segede gaban itupun tidak bisa ditolerir beratnya, dan kamipun harus membayar kelebihan dari batas yang ditentukan (dan tidak murah ternyata, dimana tiap kelebihan akan dikenai biaya 11 euro/kg). Tapi demi tiba di Kopenhagen, itu bukan masalah (kere tetep gaya). Begitu tiba di gate, kami hanya duduk sebentar mengatur napas karena ternyata gerbangnya cukup jauh, beberapa saat langsung boarding.

Yak, penerbangan ke tujuan akhir kami ini agak unik. Begitu tiba di pesawat, siap…jreng…langsung aja si pesawat ngebut. 45 menit berasa banget ngebutnya, kata mr.A,seperti naik bis kalo naik SAS ini. Tapi yang mengesankan itu, waktu berangkat dan mendarat, mulusss ga berasa. Jadi biar naik bis bukan rasa metromini.

Dannn…akhirnya,tiba di Kopenhagen. Selama penerbangan deg-degan karena akhirnya melihat tujuan akhir dan terkagum-kagum dengan deretan windmill. Meskipun cuaca mendung, sungguh tidak merubah perasaan bahagia akhirnya tiba di kota ini setelah berbelas jam perjalanan. Dan sembari menunggu bagasi mr.A berkata (ditambah senyum menawannya)..

Selamat datang di Kopenhagen ya sayang…

ohh…so sweet…Love you mr.A :*

Advertisements

2 thoughts on “Kopenhagen kami datang

  1. huooo…
    baru baca2 blognya k winda yg ini…
    seruuu..
    giLak. byk bgt keajaibannya,.
    dari last minute ticket smpe pas ngantri boarding…
    subhanallah..
    sungguh dimudahkan sm Yang Maha Kuasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s