Mengurus izin tinggal

Jadi ceritanya, saya berangkat ke Kopenhagen dengan menggunakan visa turis, karena saya menghindari menunggu lama izin tinggal di Jakarta tanpa mr.A. Kalau dengan visa turis, mengurusnya hanya makan waktu dua minggu, sedangkan izin tinggal bisa mencapai 3 bulan. Dan selain itu, saran dari kedutaan Denmark juga sebaiknya mengurus di Denmark saja, karena untuk kasus saya adalah kasus Family Reunification, jadi lebih mudah diurus disana.

Sebenarnya mengurusnya menurut saya gampang. Secara birokrasi g ribet, dan pelayanan cepat. Namun bagian menunggu hasilnya lah yang membuat agak deg-degan. Menurut petugas imigrasi, ini akan makan waktu 3-5 bulan, karena setelah saya perhatikan, Denmark adalaha salah satu negara tujuan UNHCR untuk menempatkan para pengungsi dari negara-negara yang bertikai, salah satunya Irak, sehingga meskipun kasusnya terpisah, tapi akan berpengaruh.

Akhirnya memang yang saya bisa lakukan adalah menunggu. Sembari kemudian visa kunjungan saya habis. Tanpa visa ini, sebenarnya saya tidak bisa melakukan perjalanan lintas negara Eropa,kecuali negara tetangga Swedia yang bisa ditempuh dengan perjalanan dengan kereta, sehingga saat saya harus workshop ke Itali saya sampai harus membuat visa Schengen baru.

Yang paling mengkhawatirkan, selama menunggu izin tinggal ini adalah saya harus menyediakan sendiri asuransi kesehatan, karena bila terjadi sesuatu, maka pemerintah sini tidak akan menjaminnya. Untungnya ada asuransi perjalanan, namun ini tidak meliputi pertanggungan untuk kejadian-kejadian besar seperti rawat inap atau operasi. Jadi selama masa menunggu izin tinggal, saya harus benar-benar menjaga diri.

Satu hal lagi yang membuat pengurusan izin tinggal saya menjadi agak panjang adalah adanya event besar yang diadakan di Kopenhagen yang melibatkan ribuan partisipan dari berbagai negara, yaitu COP 15. Sehingga secara sistematis,mereka lah yang lebih dulu harus diurus.

Walaupun dari segi kepastian untuk mendapatkannya besar, karena saya disini ditanggung hidupnya oleh suami yang bekerja sebagai PhD, namun tetap saja selama menunggu hasilnya…saya terus merasa deg-degan. Dan semakin tidak sabar karena janin yang kini berada di dalam rahim saya.

Between the wish and the thing life lies waiting”

Advertisements

13 thoughts on “Mengurus izin tinggal

  1. Sudah dapat ijin tinggalnya?

    Family reunification itu nggak gampang dapetnya. Bukan mau nakut2in. Banyak sekali orang asing (yang menikah dengan warga Denmark) harus pindah ke Swedia karena ditolak ijin tinggalnya, padahal sudah jelas2 suami / istrinya warga negara DK.

    Semoga cepat dapat deh, Aku sendiri juga lagi menunggu ijin perpanjangannya keluar.

    By the way, masih bisa keluar dari DK, nggak usah bikin visa schengen baru karena tidak ada border check within EU. Cuman jangan lupa minta stempel ke Udlændingestyrelsen yang menyatakan bahwa ijin tinggal kamu lagi diproses, jadi nanti kalau ada yang memeriksa, nggak ada pertanyaan yang aneh2.

    1. hai mbak…aku suka baca blogmu juga…silent rider nih. Alhamdulillah udah dapet izin tinggalnya,pertengahan Maret, setelah makan waktu 180 hari prosesnya. btw, makasih ya mbak infonya tentang g butuh visa, tau gitu beberapa bulan lalu pergi ke Barca untuk conference. 🙂

  2. Oke, sip kalo gitu.

    180 hari? Jadi sekitar 6 bulan yah? Emang mereka lama ngurusnya, apalagi kalo pertama, yang perpanjangan aja bisa lama banget.

    Blog mu ini timeline nya mundur ya kalo begitu? Aku sempet baca entry2 yang lama, katanya ada yang disebut bulan Juli tapi tanggalnya Februari, just wondering.

    Kalo ada butuh2 mau tanya, tanya aja. Hidup di negara baru itu emang ribet kalo nggak ngerti hal2 printilan yang kecil2.

    1. hehehe…iya mbak benar…emang timelinenya agak mundur, karena pengen dibikin journal, tapi pas awal-awal…maless banget nulis. Hehehe…semoga g bingung lagi ya mbak.Aku dah 8 bulan disini.

      Iya mbak…6 bulan ngurusnya,sembari deg-degan karena pake hamil (skg udah 5 bulan).

      Iya mbak…boleh ya….kalo ada apa-apa,aku nanya-nanya…anak baru nih di Kopenhagen.. ^^ . Makasih…

  3. Oh ok. Congrats kalo gitu.

    Udah dikontrol sama bidan tiap bulannya? Ntar kalo udah kelahiran dapat tunjangan dari pemerintah tiap bulannya. Sudah tau? Aku nggak tau berapa tepatnya tapi sekitar 3000 kr.

  4. sorry mbak mau tanya..kalo misal saya nikah di Denmark dengan WNA Jerman dengan visa Schengen dan kemudian balik ke Jerman untuk mendaftar ke Capil (Standestamt) sana , apa visa schangen saya bisa diperpanjang jadi visa izin tinggal tetap ya? Need info urgently.

    thanks,
    ayu

  5. Hey very nice blog!! Guy .. Excellent .. Superb ..
    I’ll bookmark your site and take the feeds also? I’m satisfied to
    find numerous helpful info here in the submit, we need work out extra
    techniques in this regard, thank you for sharing. . .
    . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s