Ngidam

Sebenarnya saya tidak ingin ngidam yang aneh-aneh. Mr.A dari awal sudah wanti-wanti kepada saya untuk ngidam seadanya saja disini, dan saya pun sudah men-set pikiran saya untuk tidak ingin yang macam-macam. Namun apa daya, suatu hari saya mengalami mimpi yang cukup aneh (fenomena mimpi aneh pada ibu hamil ada di tulisan saya sebelumnya). Saya bermimpi berada di rumah tante saya dan bahagia sekali karena akan makan pagi lele goreng dengan sambel terasi kesukaan saya. Entah bagaimana saat acara makan tiba, dengan air liur sudah menggenang dan bau lele goreng dan sambel terasi yang semerbakm saya tiba-tiba terbangun. Dan saat sudah terbangun pun saya masih bisa merasakan si bau lele goreng itu. Setelah termenung beberapa saat, saya menyampaikan mimpi saya ke mr.A. Dan mr.A langsung saja bingung tujuh keliling, harus menemukan dimana lele ini. Tapi saya katakan saja, saya ga ngidam, lagian ini cuma mimpi.

via web

Mungkin juga sebenernya ini bukan ngidam, karena kalaupun ada ikan lelenya, saya entah sanggup atau tidak membumbuinya lalu menggorengnya. Walaupun sembari tidak bisa membayangkan bagaimana memasaknya, saya bertanya-tanya kepada bekas supervisor saya yang pernah lama tinggal di Jerman apakah disana ada ikan lele, mana tau, dan ternyata ada. Tak disangka, mr.A juga mencari tau dari teman-teman yang tinggal di Jerman, karena tampaknya dia merasa saya ngidamsi lele goreng ini. Tapi kemudian setelah kami berdua tau bahwa ada di Jerman, saya tidak ngoyo untuk pengen makan lele. Mungkin, suatu hari kalau ada rezeki ke Jerman, kami bisa membelinya.

Dan pada suatu hari, mama menelepon saya, menanyakan kabar saya dan kehamilan, serta kekahawatirannya karena izin tinggal yang belum keluar dan saya tidak juga memutuskan ke dokter swasta untuk periksa. Di sela kekhawatirannya, mama menanyakan, apa ada keperluan yang bisa dikirim dari Indonesia (sebelumnya saya minta dikirimi beberapa suplemen untuk keperluan ibu hamil yang disarankan oleh seorang tante yang baru melahirkan). Langsung saja saya sampaikan mimpi saya. Untungnya mama langsung tanggap, mungkin itu ngidam, dan berjanji akan mengirimkannya dalam waktu dekat. Dan saya langsung bersorak kegirangan (sebentar…ini sepertinya lirik lagu??!!).

Selang dua minggu setelah telepon itu, lele goreng yang dikirim bersama celana hamil,tiba di Kopenhagen. Saya takjub dengan jasa pengiriman EMS yang diselenggarakan oleh PT.Pos Indonesia yang dengan cepat mengirimkan paket ke luar negri. Saya pun langsung menghubungi rumah, dan mengabari bahwa kirimannya sudah tiba. Makasih ma…I love you much!!!

Dengan tidak sabar saya langsung menikmati si lele goreng dengan sambal buatan saya, dan mr.A pun bahagia saat melihat saya makan dengan lahapnya (selama trimester pertama, saya sama sekali tidak kehilangan nafsu makan, hanya kehilangan nafsu masak), sembari berdoa semoga istrinya ini ga ngidam macem-macem lagi.

Dan setelah beberapa minggu, saya dan mr. A belanja di salah satu toko asia di sekitaran stasiun pusat,dan apa yang kami temukan, ikan Lele. Hanya saja dengan ukuran yang lebih besar, mirip dengan ikan Patin, sehingga saya tidak begitu berminat untuk membelinya. Mungkin ini beneran ngidam ya, karena yang diminta beneran khusus, yaitu lele goreng dari Indonesia, bukan lele dari Thailand. Sampai-sampai adek-adek saya bilang begini,

” mbak ngidam kok lele…g elit banget tauu… “

Advertisements

4 thoughts on “Ngidam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s