Akhirnya selesai juga

Ditulisan ini, saya menulis, ‘kira-kira’ butuh 3-5 bulan untuk mengurus izin tinggal dengan keperluan kumpul keluarga (Family reunification). Setelah 3 bulan, belum ada tanda-tanda akan dapat. Bulan ke-lima saya tinggal di Denmark (dan bulan ke 4 saya menunggu izin tinggal) saya hamil. Saya makin berasa tidak karuan,karena tanpa izin tinggal, saya tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang selayaknya didapatkan oleh penduduk. Bulan kelima juga hadir tanpa ada tanda-tanda akan datangnya surat dari imigrasi. Mulailah saya rajin menelepon ke bagian yang mengurusi masalah ini, sekaligus mengabari kalau saya hamil (berharap mendapatkan perhatian khusus,tapi ga juga). Dari beberapa kali menelepon satu pengalaman tidak ramah, tapi untungnya tidak menyakiti hati cuma bikin kecut aja untuk menelepon lagi. Hingga pada suatu siang, saya menelepon untuk kesekian kalinya. Kali ini jawabannya,

we already sent the letter for you, maybe today or next day you will get the letter

Huooo….langsung hati ini bergembira ria. Mr.A juga langsung tersenyum lebar dan berangkat kerja dengan riangnya. ALhamdulillah…alhamdulillah…alhamdulillah…

Tapi, keesokan harinya, surat yang ditunggu tidak hadir, dan begitu juga keesokan harinya. Ketika dikonfirmasi melalui telepon, alamat yang dituju, adalah alamat apartemen kami, dan ternyata sudah minggu sebelumnya dikirim yang artinya ini sudah terlambat seminggu. Sungguh jadi menambah beban pikiran.

Akhirnya, kami memutuskan untuk mendatangi kantor imigrasi. Setibanya disana saya langsung ngacir ke bagian informasi dan mengkonfirmasi tentang kabar ini, dan ternyata memang benar dan langsung saja dipersilahkan ke loket pengurusan. Namun sebelumnya ibu di meja informasi ini bertanya apakah saya membawa foto dengan ukuran 35 x 45 mm, dan bodohnya saya hanya membawa ukuran 4×6 cmyang biasanya digunakan untuk kebutuhan visa. Jadilah saya harus kembali ke apartemen untuk mengambil pasfoto dengan ukuran yang diminta.

Sekembalinya dari apartemen, saya langsung ke loket pengurusan izin tinggal, dan setelah di cek dan ricek, benar telah mendapatkan izin, mas-mas loket meminta pasfoto. Ketika saya berikan ukuran 3×4 cm (standar biasa dari Indonesia) dia mengatakan terlalu kecil (okee…ini bikin bingung dan mulai bikin panik),tapi saya tetep menunjukkan gelagat yang tenang, saya langsung memberikan pasfoto dengan ukuran 4×6 yang sudah saya bawa sejak kedatangan sebelumnya,dan ternyata saudara-saudara, foto standar 35×45 mm untuk keperluan izin tinggal bisa menggunakan pasfoto ukuran 4×6 cm, yang kemudian dipotong oleh alat khusus milik si mas-mas loket (ooouuhh mas..tau gitu saya g perlu bolak-balik apartemen *tepokjidatbersamamr.A*).

15 menit kemudian, selesailah di cap dan ditempeli stiker izin tinggal si passport saya tercinta. Rasanya penantian dan perjuangan ini terbayar. Rezekinya baby B nih 🙂 . Saat saya mengucapkan terima kasih kemas-mas di loket pengurusan, dia juga tampak lega dan mengucapkan selamat atas kehamilan saya. Saya jadi tersipu malu (loh??). Dan hati riangpun riang gembira saat pulang ke apartemen.

Di perjalanan pulang, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengurus keperluan sebagai penduduk yaitu segera mendapatkan CPR-nummer yaitu nomer identitas yang digunakan untuk kepentingan registrasi penduduk dan kepentingan layanan umum serta untuk mendapatkan dokter yang akan saya datangi. Pengurusan ini dilakukan di kantor kommune (ini setingkat kotamadya) terdekat dan untungnya kantornya bersebelahan dengan stasiun metro. Tidak sampai sejam, saya sudah mendapatkan nomer ID dan nama dokter yang akan memberikan layanan kesehatan. Alhamdulillah…

Akhirnya setelah menanti selama +/- 180 hari (6 bulan) izin tinggal sebagai keluarga keluar juga. Dan saya sudah bisa ke dokter umum dan kemudian ke rumah sakit untuk bisa memeriksakan kehamilan saya. Menunggu memang masa yang sangat tidak menyenangkan, namun kita harus tetap berdoa supaya dilancarkan. Beberapa teman mr.A ada yang harus menunggu hingga 8 bulan. Saya beruntung lebih cepat. Saya berdoa semoga selalu dimudahkan urusan apapun di negri orang ini. Amiiin.

ps: kartu penduduk, atau yang sering disebut kartu kuning (yellow card) milik saya tiba di apartemen 5 hari kemudian. Bahkan lebih cepat dari milik mr.A saat mengurus kartu baru karena pindah. Benar-benar saya dibuat kagum dengan pelayanan umum disini. Semoga terus mengagumkan. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Akhirnya selesai juga

  1. Rejeki si bayi! Alhamdulilla… alhamdulilla… tadi pas liat 35×45, yang kebayang ama gue pas foto 35cmx45cm. Gede ajje… ternyata mm toh hehehe…Dengan perjuangan emang sesuatu hasilnya selalu terasa lebih manis. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s