..untuk pertama kali..

Akhirnya kembali menulis setelah keenakan menikmati hangatnya matahari musim semi. Beneran nih matahari sangat menambah semangat.

Eh..eh..jadi, akhirnya setelah penantian sekian lama dengan izin tinggal dan kawan-kawannya, akhirnya saya, si ibu hamil bisa ke dokter juga. Seperti biasa, pertemuan pertama selalu bikin saya deg-degan (berlebihan memang, cuma tak bisa saya ingkari). Oh ya perlu dicatat, yang akan saya temui ini adalah dokter umum bukan dokter kandungan. Dokter ini akan menjadi pintu gerbang saya terhubung dengan midwife yang dikemudian hari akan menangani kehamilan saya, lalu dokter kandungan yang memeriksa saya pada saat melakukan usg dan kemudian pastinya rumah sakit.

Setelah melewati tahap janjian (disini ga bisa langsung ujug-ujug datang ke ruang prakteknya), akhirnya saya bisa bertemu dengan si dokter. Huaah…deg-degan berat. Pertama, karena saya ga pernah suka ke dokter, dan yang kedua saya agak khawatir ada kendala bahasa (ya karena saya masih ga bisa menggunakan bahasa Dansk). Tapi..ketidaknyamanan hati saya mendadak hilang saat bertemu dengan bu dokter. Dokternya ramah dan ternyata pernah bekerja di Kalimantan bagian Serawak, dan alhamdulillah bahasa Inggris nya nyambung (ya iya sih semua orang disini juga berbahasa Inggris dengan baik). Setelah menerangkan tentang kehamilan saya, beliau menjelaskan bahwa di pertemuan pertama itu saya harus menjalani beberapa tes sebelum bisa melakukan tindakan selanjutnya. Beberapa tes ini berkaitan dengan data-data dasar yang harus dimiliki semua orang di sini, termasuk untuk kebutuhan observasi kehamilan saya. Oke, maka pertemuan yang hanya 20 menit itu diakhiri dengan mengambil beberapa mililiter darah saya untuk kebutuhan uji kandungan vit.D, Rubella, HIV, Hb, dan Hepatitis di tubuh saya. Emang sih cuma berapa mililiter tapi ternyata itu banyak ya kalau dipandang-pandang (bengong saat liat beberapa botol kecil darah dibawa). Hasilnya akan disampaikan saat pertemuan selanjutnya.

Naaahh, setelah dua minggu menunggu akhirnya saya kembali ke dokter, dan mulai dengan proses untuk memenuhi aplikasi kebutuhan kehamilan saya, yang disebut-sebut sebagai paper work sama si dokter. Semua si berkas-berkas ini bakal dikirim ke rumah sakit yang saya pilih untuk melahirkan, untuk terus kemudian akan diberikan ke midwife (a.k.a Bidan). Alhamdulillah sih hasil tes darah menunjukkan hasil yang baik, kecuali kandungan vitamin D yang dibawah rata-rata. Hehehehe…yang ini bakal saya ceritain selanjutnya.

Setelah mengurusi si berkas-berkas, langsung saya diperiksa ukuran perut, untuk memperkirakan besar bayi, dan juga memeriksa detak jantung si bayi. Huooooo…..the baby heart beats is so amazing. Sampai-sampai merinding mendengar kencangnya suara detak jantungnya. Alhamdulillah normal. Setelah itu asisten dosen akan melakukan pengecekan berat badan dan kandungan protein di urin. Alhamdulillah normal semuanya.

Beberapa keluhan yang muncul diminggu-minggu ini adalah sakit kepala yang datang tiba-tiba. Namun menurut dokter, ini dikarenakan tekanan darah yang lebuh rendah dari kondisi normal,karena harus memompakan darah ke janin juga, dan dimungkinkan karena kurang cairan. Sehingga hanya disarankan untuk banyak minum dan melakukan olah raga ringan yang teratur setiap harinya.

Jadi, setelah kunjungan ke dokter ini di minggu ke 23 ini, maka kunjungan selanjutnya adalah pada minggu ke-25 dan minggu ke-32. Pada minggu ke-25 ditiadakan karena kemungkinan besar saya akan berkonsultasi dengan midwife.

Tiba saatnya saya mengunjungi bidan (midwife), yang menurut teman saya disini adalah orang yang berkuasa atas proses kelahiran nantinya, tepatnya di minggu ke-26, setelah sebelumnya datang surat pemberitahuan dari rumah sakit jadwal konsultasinya. Saat pertama kali bertemu dengan sang bidan, saya takjub, karena sang bidang bukan ibu-ibu bidan yang selama ini menjadi prototipe bidan di kepala saya. Bidannya adalah mbak-mbak muda yang TRENDI abis dan cantik. Kalau saya mengira-mengira sih umurnya lebih muda dari saya. Tapi keramahannya dan kesigapannya membuat saya merasa nyaman, karena sama sekali tidak terlihat kurang pengalaman.

Di pertemuan pertama ini, saya dan mr.A banyak diajak ngobrol tentang bagaimana kondisi kehamilan saya, apakah ada keluhan dan bagaimana dengan pola makan saya, juga dengan pola olahraga yang saya lakukan. Di umur kehamilan saya sekarang, ternyata sangat disarankan untuk berolahraga kurang lebih 30 menit tiap harinya, bisa berupa jalan, lari kecil, renang bahkan bersepeda (ternyata bersepeda aman untuk ibu hamil). Kemudian juga sangat disarankan untuk menambah asupan iron dalam makanan yang bisa didapatkan melalui suplemen tambahan. Dan konsultasi dengan bidan diakhiri dengan mengukur besar perut dan detak jantung bayi, yang alhamdulillah pertumbuhannya normal.

Jadi, setelah penantian panjang, saya akhirnya bisa memeriksakan kehamilan saya, dan bertemu dengan mereka-mereka yang akan menangani kehamilan saya. InsyaAllah minggu depan saya akan melakukan USG. Mudah-mudahan baby B g malu-malu lagi ketemu ama ayah dan bunda dan sehat.

Advertisements

One thought on “..untuk pertama kali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s