J’adore PARIS…(1)

Ini sebenernya catatan perjalanan yang tertunda, lebih tepatnya dikarenakan kemalasan yang memuncak untuk menulis,karen duduk lama-lama udah mulai g nyaman untuk bumil ini.

Jadi,ceritanya saya mendapatkan hadiah dari mr.A karena si ijin tinggal sudah selesai, yaitu jalan-jalan ke Paris. Akhirnya, menginjakkan kaki di kota idaman. Kota yang kebanyakan cuma bisa diliat di film, novel dan buku pelajaran bahasa Perancis. Uooohh…semangat memuncak nih. Apalagi usia kehamilan sudah memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan via udara.

Alhamdulillahnya, ada liburan paskah yang ternyata di Denmark, lebih panjang dari daerah Eropa lainnya,dan yang paling menyenangkan adalah berhasil menemukan tiket lumayan murah tujuan Paris de Gaulle*. Rasanya nunggu sebulan dari sejak beli tiket menjadi lamaaa banget. Beruntunnya lagi, si sahabat yang berdomisili di Paris,sudah siap menampung saya dan mr.A. Waaah…lengkap rasanya.

Berangkat dari Kopenhagen, menggunakan Austrian Air, cuaca emang agak mendung, dan ternyata di seluruh Eropa daratan pun demikian. Kami transit di bandara Vienna selama sejam, dan langsung melanjutkan ke Paris. Tiba di Charles de Gaulle (salah satu badara di Paris), yeaah…PARIIIIIS (pengen loncat2 tapi inget perut), disambut hujan deras. Untungnya untuk menuju kota Paris, kami menggunakan kereta yang berada di lantai dasar airport, jadi g perlu keluar menghadapi hujan yang deras.

Okey, petualangan kami dimulai (tepatnya saya,karena tahun 2003 mr.As sudah pernah kesini). Mengikuti rute si kereta B yang membawa kami ini, tujuan pertama adalah St.Michel Notre-Dame Station. Di atas stasiun ini tuh berdiri Katedral Notre-Dame Paris yang terkenal itu. Begitu keluar dari stasiun metro, brrrrr….disambut angin dingin yang harusnya udah tidak bersemayam di kota ini. Tapi tak akan menyurutkan langkah kaki kami sedikitpun. Sembari menikmati keramaian dan keindahan si katedral, saya dan mr.A menyantap makan siang bekal yang sudah disiapkan dari rumah (membawa bekal wajib loh daripada ribet cari tmpat makan ditempat baru). Setelah cukup kenyang, kami melanjutkan perjalanan kaki kami menuju Musee de Louvre menyusuri sungai Seine. Dan saya pun mulai jatuh cinta dengan kota ini. Bangunan tua di sepanjang sungai Seine dan matahari yang malu-malu menyinari dinding-dinding bangunan tua ini membuat saya…hmmm…terpesona. Menyusuri sungai seine dan duduk sejenak memandangi orang yang lalu lalang pun membuat saya….menikmati kota ini.

Kami melewati, Place Saint-Michel, yang merupakan tempat paling sering ditunjuk untuk janjian ketemuan di wilayah ini karena tempatnya yang mudah ditemui dan dekat dengan stasiun metro. Di pelataran ini terdapat air mancur yang disebut Fontaine Saint-Michel.

Berjalan di  Quai de Grands Agustinus, sembari menikmati toko-toko kaki lima tepi sungai yang menjual berbagai macam lukisan dan buku-buku antik, dan komik-komik tua seperti Betty Boop. Lalu melintasi salah satu jembatan unik di Paris, yang terkenal dengan banyaknya jembatan yang melintasi sungai Seinenya, Pont des Arts. Saat saya datang, jembatan ini banyak digantungi gembok-gembok pertanda cinta, diberi nama atau tanggal saat menggantungkannya, wish for longlasting relationship. Tapi sayangnya, gembok-gembok ini mungkin sudah tidak bisa ditemui lagi,karena pada suatu hari, semua gembok menghilang !!

Dari jembatan ini, kami melanjutkan perjalanan ke arah Musee de Louvre melewati gereja Saint-Germain dan kemudian menikmati sore di pelataran museum sembari menunggu jam janjian bertemu dengan si teman di rumahnya. Syukurnya, stasiun metro terdekat langsung menghubungkan kami dengan stasiun terdekat apartemen yang akan kami jajah di daerah Stalingrad.

Pukul 8, akhirnya kami bertemu dengan tuan rumah yang datang sambil berlari-lari menaiki tangga apartemennya yang masih bergaya apartemen Paris lama dengan tangga memutar. Huaahh…akhirnya janji menemuinya di kota ini terpenuhi.

Tampaknya kota ini telah menggoda saya untuk dijelajahi. Entah mengapa saya menemukan suasana yang berbeda, kota yang terasa penuh warna dan lebih hidup. Tidak sabar menghabiskan waktu dan berjalan kaki menikmati kota ini keesokan harinya.

Sedikit tips untuk hari-hari pertama:

  • siapkan peta metro yang sudah diprint dan mudah diliat berulang-ulang
  • siapkan bekal seadanya untuk ganjel perut, kalau-kalau belum menemukan tempat makan yang pas (misal:macaroni schotel (loh!!) dan air minum
  • siapkan daftar tempat makan halal atau resto siap saji yang sudah halal
  • siapkan uang receh dan koin untuk keperluan membeli tiket metro dan kereta
  • siapkan peta tujuan wisata

*tiket murah bisa didapatkan dengan memesan jauh-jauh hari

**all pics here

(bersambung)

Advertisements

2 thoughts on “J’adore PARIS…(1)

  1. uh oh! >,< pariiissssss…

    teh, akan lebi HOT kalo smua tmpt2 *yg hny aku bc di buku ccf* itu di kasi foto hasil jepretan teh 😀 heuheu..

    so nais dan berasa bgt ikut jalan2nyaa..ditungguu kelanjutaannyaaaa 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s