Cerita Kereta Bayi

Kereta bayi, sebenernya bukan keperluan bayi yang saya dan mr.A jadikan proiritas pencariannya. Selain karena masih menimbang-nimbang apakah sangat penting memiliki si kereta bayi ini, harganya disini pun menjadi pertimbangan penting. Saya sebenarnya ingin menggendong-gendong baby B bila nanti dia lahir dan mengajaknya berjalan-jalan dengan gendongan, tapi melihat kecenderungan di sini (Kopenhagen.red), hampir semua anak bayi diletakkan di kereta bayi bila melakukan perjalanan dan jarang yang digendong-gendong dengan sling atau jenis gendongan bayi lainnya. Selain itu, seorang teman disini juga bercerita, adanya kereta bayi sebenarnya akan memudahkan bayi untuk tidak bergantung pada orang tuanya dengan gendongan bila melakukan perjalanan, sehingga akhirnya saya dan mr. A tetap memasukkan kereta bayi dalam daftar belanjaan, namun pastinya menjadi prioritas terakhir.

Meskipun tidak menjadi prioritas,ternyata mencari dan berburu kereta bayi ini menjadi kesenangan tersendiri bagi mr.A. Dia menjadi sangat rajin membuka gerai maya (online shop) kereta bayi, atau melihat-lihat laman barang second hand. Bahkan saat berjalan-jalan keliling kota pun saya dan mr.A memiliki kebiasaan baru, yaitu melihat kereta bayi yang seliweran di jalan, di bis atau di kereta, atau bahkan menyempatkan mampir di salah satu toko peralatan bayi terkemuka di sini. Kalau urusan mencari barang, saya pastinya sangat mempercayakan mr.A.Bagi saya dia memiliki mata yang jeli melihat barang bagus (bahkan untuk sekelas barang bekas) dan punya gaya yang menurut saya sangat oke (mr.A…jangan ge-er ya).

Oke, dari sekian banyak kriteria kereta bayi yang kami inginkan ada beberapa yang penting harus dimiliki kereta bayi kami nantinya.

  • Nyaman untuk Bayi. Pastinya ini kriteria utama. Karena disini cuacanya cenderung berangin, pastinya kereta bayinya harus dilengkapi dengan si pram nya yang nyaman dan bisa menjamin menjadi hangat saat digunakan di saat berangin dan musim dingin dan tidak gerah bila digunakan saat musim panas dan bermatahari.
  • Tidak bulky. Kriteria ini mengacu pada trend kereta bayi kebanyakan disini. Hampir semuanya besar dan berat walaupun modelnya klasik dan antik, tapi rodanya nya kebanyakan roda depan dengan model statik. Sehingga selain penampakannya besar, juga berat. Suka liat kalo naik turunin dari bis atau kereta suka harus pakai tenaga, kan jadi g pas untuk badan saya yang kecil dan mungil ini *uuupppfffhhhh*
  • Gampang dikemudikan. Pastinya ini dapat ditemukan di kereta bayi dengan ban depan yang tidak statis dan rangka kereta yang ringan.
  • Gampang di lipat dan mudah dibawa dalam perjalanan. Ini kriteria yang mengacu pada kesenangan saya dan mr.Aberjalan-jalan. Sehingga kami harus memastikan, baby B nyaman selama kami melakukan perjalanan.
  • Trendi. Hahahaha…kalau yang ini sih kriteria mr.A. Soalnya dia yang udah semangat banget bisa jalan-jalan sama si baby B.

Beberapa yang bikin ngiler itu :

Concord Neo

Brio Go

ABC Design

Sebenarnya yang paling jadi idaman itu si merek pertama, tapi harganya itu loh bikin urut dada, selain karena kami tidak bisa melakukan test drive untuk merek ini. Dari tiga hanya satu yang bisa kami uji coba,yaitu yang kedua, karena dipasarkan di sini. Jadilah, pencarian tampaknya harus kami hentikan dahulu, karena belum cocok dikantong. Kesempatan uji coba untuk merek satu dan tiga sebenarnya ada saat kami di Jerman, namun yang tersedia hanya merek yang ketiga di kota yang kami singgahi, sehingga merek idaman kami, benar-benar menjadi impian.

Setelah berpikir, kami akhirnya untuk memutuskan untuk tidak mencari-cari kereta bayi dulu. Mungkin setelah baby B berusia 6 bulan kami akan membelinya atau mungkin eyangnya mau membelikan (ini sih ngarep).

Namun entah mengapa, mr.A yang sudah lama tidak membuka laman barang second, tiba-tiba menemukan si kereta idaman dengan harga miring. Langsung sajalah dia menghubungi si penjual dan janjian untuk melihat barangnya. Dari rumah berdoa semoga barangnya bagus dan masih layak untuk memenuhi semua kriteria diatas.

Sampe di tempat yang dituju, si empunya sudah siap dan dengan semangat menjelaskan ini itu. Dari mulai melipat si rangka, si carrycot dan segala rupa penggunaannya. Kalau dari barang, 95% emang masih bagus, karena umurnya masih setahun, dan memang bukan edisi terbaru tapi edisi tahun lalu. Tapi masih oke berat, walaupun warnanya ga item ya. Oh ya satu lagi, ternyata yang dijual hanya rangka dan carrycotnya, tidak bersama pushchair nya. Sedangkan biasanya, paket penjualan si kereta bayi ini adalah rangka dan pushchair, bukan rangka dan carrycot. Tapi setelah kami berdiskusi dengan si penjual, ternyata yang dijual di Denmark, malah rangka dan carrycot, karena orang disini memang cenderung menggunakan carrycot/pram dari pada pushchair untuk bayi usia 0 – 9 bulan.

Setelah kami hitung-hitung, kalaupun kami akan menggunakan si pushchair bila baby B nanti di usia 9 bulan, rasanya harga sebuah pushchair akan lebih reasonable daripada harga sebuah carrycot. Saat mau membayar, mr.A sempat-sempatnya menawar harga dan ternyata si penjual berbaik hati menurunkan harganya, dan yang lebih menguntungkan lagi, setelah tau mr.A adalah mahasiswa, penjualnya malah dengan semangat mengurangi harganya lagi. Jadilah kami mendapatkan sebuah kereta bayi dengan harga miring sekali. Ouuhh…ini beneran rejekinya baby B. Semoga baby B suka ya 🙂 .

Sampai dirumah, dengan semangatnya mr.A membersihkan semua debu dan noda yang ada di rangka dan carrycot baru ini. Terharu banget pas liat mr.A begitu semangatnya. Hai baby B, your father loves you very much. His shining eyes showed how he can’t wait to take you walk with him. I never see him as excited as that night.

Nah, ternyata, sembari makan malam kami berdua mencari pushchair dengan tipe yang sama.Ternyata memang seperti sepengetahuan kami, tidak dijual terpisah dengan rangkanya. Waah…kami sempat bingung. Tapi kami pikir, bilapun nantinya kami tidak menggunakannya, mungkin akan lebih mudah menjualnya kembali, kalau…(walaupun kami masih berusaha akan mencari pushchairnya bila waktunya baby B duduk, soalnya udah beneran jatuh cinta ama si kereta bayi).

Tapi, kalau rejeki tidak akan kemana bukan. Keesokan paginya, mr.A dengan semangat kembali mencari di situs barang bekas yang biasa, dan ternyata, satu jam sebelumnya seseorang menjual sangat murah sebuah pushchair dengan merek, tipe dan warna yang sama dengan yang kami miliki. Mr.A setengah tidak percaya, langsung menghubungi si penjual dan janjian untuk ketemuan sorenya. Dan….sorenya kamipun bisa melengkapi si kereta bayi ini dengaan pushchairnya yang ternyata masih baru banget, belum dibuka dari plastik pabriknya dan dilengkapi dengan buku manualnya yang seharusnya hanya ada kalau dibeli bersama dengan rangkanya.

Dan jadilah rejekinya baby B punya kereta bayi idaman ayah bundanya, Alhamdulillah!!! Benar-benar saya dan mr.A bersyukur, karena sebelumnya pun kalau ada yang menjual dengan komposisi lengkap untuk seri dari tahun yang sama,harganya masih mendekati harga jual barunya yang sering membuat kami sakit perut. Sedangkan kali ini, meskipun dibeli terpisah harganya terbilang miring sekali. Alhamdulillahirabbilalamiin. Sepertinya memang menemukan barang berkualitas dengan harga miring itu, benar-benar membutuhkan kesabaran dan dedikasi dalam mencari yang tinggi.

Baby B, yang sehat ya…hingga hari lahirmu nanti. Ayah dan bunda sudah menyiapkan kereta bayi untuk mengajakmu jalan-jalan…cium dari ayah dan bunda…*usek-usek perut*

ps: foto menyusul ya… *wink*

Advertisements

6 thoughts on “Cerita Kereta Bayi

  1. halo…haloo…saya pun sedang berburu stroller (lagi). Berhubung saya tinggal di Finlandia kayanya ngerti deh maksudnya stroller2 gede beroda depan statik itu. Waktu liatnya saya ilfil banget loh, ini stroller kok jelek banget kaya traktor, gak ada modis2nya. Akhirnya beli stroller yang agak2 cantik dengan roda depan kecil dan swivel. Tapi ternyataaaaaaaaaa…waktu winter baru deh keliatan kenapa orang2 sini demen sama stroller beroda besar…saljunya itu gak nahan booookkk. Stroller saya asli gak lewat nembus salju karena roda depannya yang kecil itu. Sementara merk2 emmaljunga dengan mantapnya maju jalan menggilas gundukan salju.

    Sekarang akyu mau menjual strollerkyu dan beli stroller lain yang lebih winter friendly. Oh iya, pernah juga coba2 dorong emmaljunga, teutonia, brio dll yang segede gaban itu, ternyata pas di dorong…beeeuuuuhh, ringannya cing. Jalannya pun haluuuuusss banget. Mantaaafff lah.

    Eh, ini cerita aja ya, mudah2an di Kopenhagen gak separah di sini saljunya, apalagi Kopenhagen kan kota besar biasanya gundukan salju gak bertahan lama.

    1. waahhh tfs mbak..salam kenal 🙂
      sebenernya yang bikin ciut pake si stroller besar itu, kebayang kalolagi naik bis dan kereta mbak, kan harus agak diangkat2 juga itu si ban.

      hehehe..tentang gundukan salju…*mikir*…winter lalu sih lumayan tebal dan lama mbak si gundukan salju.hmmm…wah semoga si stroller pilihan bisa maju terus ya…kalo ga ya…mari hunting stroller lagi..

      mbak rika udah dapet apa jadinya? 🙂

  2. stroller sekarang I´Coo Peak 3 yang biarpun dua roda belakangnya besar tapi roda depannya kecil. Dorongannya agak ketinggian buatku jadinya susah kalo mau angkat2 roda pas naik turun bis. (Coba angkat emmaljunga, biarpun geda tapi kok pas diangkat ringan banget, tinggal teken dikit gagangnya, roda depan langsung terangkat)

    sekarang sebenernya pengen banget punya bugaboo cameleon, tau sih roda depannya super kecil tapi posisi rodanya bisa dirubah2 (roda yang besar bisa dipindah ke depan, cocok utk winter). Tp kalo mikir praktisnya, enak dibawa belanja dan pasti winter friendly, kayanya emmaljunga aja kali yah, daripada salah beli lagi hehehehe. Emmaljunga yang pushchair (non pram) ada juga yang agak bersahabat harganya. Anak ku udah hampir 6 bulan soalnya, gak perlu yang newborn pram lagi.

  3. hihih.. Iya mbak, aku jg dulu ga masukin stroller jadi prioritas. Malah akhirnya baru beli pas Arkin 4 bln. Tp jadinya enak krn ga usah beli stroller yg utk newborn yg notabene besar2. Tp baca cerita mbak ttg perjuangan mendapatkan stroller ini bener2 kagum! Rezeki baby B bgt sih? haha.. mudah2an sehat2 terus ya baby B! kabar2in klo ud melahirkan! 😀

    PS: Mbak, exchange link yuuk.. Secara blog baru gtuh.. Haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s