Bhumi’s Hours (1)

Genap seminggu Bhumi lahir, dan masih kerasa banget si momen-momen kelahirannya yang menurut saya dan mr.A sangat penuh kejutan. Dari mulai kontraksi yang membingungkan antara kontraksi palsu atau udah beneran memasuki tahap awal kelahiran, kemudian proses kelahirannya yang super efektif dan post partum moment yang bikin jatuh cinta ga cuma ke Bhumi tapi ke ayahnya.

Kontraksi
Sebenernya kalau ditanya sejak kapan kontraksi, saya mengalami ‘gejala’ kontraksi sejak tanggal 7 Juli (dua hari sebelumnya),yang rasanya seperti mau kedatangan tamu bulanan (mens). Bahkan sempat merasa ada cairan yang keluar dari vagina. Saya pikir pecah ketuban. Tapi dasarnya disini g bisa sembarangan masuk rumah sakit, maka untuk memastikan apakah saya akan melahirkan atau tidak, saya diperkenankan datang ke klinik bersalinnya. Dan ternyata setelah diperiksa, kondisi saya tanggal 7 Juli adalah sudah mengalami kontraksi, tiap 5 menit sekali, namun baru mengalami dilatasi 1 cm, dan ini baru Tahap Awal Melahirkan (Early Stage Labour), yang mana, dekat sekali dengan gejala kontraksi palsu macam Braxton Hicks dan berkontribusi pada kontraksi palsu (False Labour).

Pastinya, kalau dengan keadaan ini, saya dipastikan harus pulang ke rumah. Di Denmark, ibu yang mau melahirkan, hanya bisa datang ke rumah sakit untuk melahirkan bila :

  • Mengalami kontraksi yang teratur tiap 3 menit, dengan durasi kontraksi per 1 menit dan makin meningkat selama 30 menit
  • Pecah ketuban disertai lendir coklat atau darah
  • Mengalami sakit yang tidak bisa dibayangkan lagi

Oke, karena itu,pulanglah saya ke apartemen dengan naik bis (pergi juga dengan bis) dan menuruti saran bidan untuk menikmati kontraksi di rumah. Karena umumnya kontraksi untuk kelahiran anak pertama akan memakan waktu yang tidak sebentar, maka rumahlah tempat yang paling nyaman.

Ternyata, kontraksi kecil-kecilan ini berlanjut hingga hari selanjutnya (8 Juli). Setelah semalaman saya tidak istirahat menikmati si kontraksi ini bersama mr.A, akhirnya saya memaksa datang ke RS, walaupun sebenarnya mereka sangat tidak menyarankan. Mereka malah menyarankan saya untuk berendam di air hangat atau mengkonsumsi paracetamol untuk mengurangi rasa sakit. Karena pada dasarnya sakit yang saya alami masih bisa saya gambarkan ke bidan saat menelepon mereka,sehingga mereka bisa mengetahui bahwa saya masih ditahap yang sama dengan hari sebelumnya. Tapi karena memaksa, mereka tetap menerima saya di rs, melakukan observasi, dan ternyata hasilnya sama. Akhirnya saya mengalah, saya mengkonsumsi paracetamol dengan harapan saya bisa istirahat,tanpa bermaksud mengurangi rasa sakit. Akhirnya pulang lagi ke apartemen dengan bis, dan dengan tampang lebih cerah.

Akhirnya saya benar tertidur hari itu hingga sore, begitu juga dengan mr.A. Dan kontraksi berkurang menjadi tiap 30 menit sekali. Sore harinya saya sempat menyiapkan makan malam, capcay dan ayam panggang , untuk menjamu supervisor saya yang kebetulan sudah jauh hari akan mengunjungi saya dalam rangka liburan musim panas. Semuanya baik-baik saja. Pukul 8 malam saya mulai merasa kontraksi menjadi 15 menit sekali,tapi sakitnya masih seperti akan datang bulanan. Jam 11 malam, si supervisor datang bersama anak-anaknya, tapi saya mulai mengalami sakit yang tidak biasa di bagian punggung, jadilah saya undur diri untuk rebahan di kamar pukul 11.30. Pukul 11.45, saya dan mr.A masih sempat ngobrol kalau rasanya ada benda di punggung saya seperti kepala, dan jam 12.09 saya merasa sakit di bagian tubuh bawah dan punggung yang SANGAT tidak biasa yang membuat saya harus menungging untuk mengurangi rasa sakit, dan pukul 12.15 an tiba-tiba air ketuban saya PECAH!!!

Saya mendadak panik, menyuruh mr.A menelepon rumah sakit untuk konfirmasi kedatangan kita (yang masih saja dipertanyakan apakah benar akan melahirkan atau tidak, karena bisa saja pecah ketuban tapi masih belum saatnya melahirkan, -__-“), dan menelepon taksi, dan pukul 12.20 berangkat ke rumah sakit.

(bersambung)

Advertisements

One thought on “Bhumi’s Hours (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s