Bhumi’s Hours (2)

(sebelumnya) “…dan pukul 12.20berangkat ke rumah sakit.”

Melahirkan Bhumi
Sungguh Allah mengabulkan doa saya saat melahirkan Bhumi. Karena saya mengalami kontraksi yang agak lama, saya terus berdoa, semoga saat proses melahirkannya saya diberi kemudahan. Sungguh Allah maha mengabulkan.
Setelah 25 menit perjalanan dengan taksi menuju rumah sakit (padahal naik bis kalau lampu lalu lintasnya hijau semua cuma 15-20 menit,entah mengapa malam semua lampu lalu lintas mendadak merah), dengan menahan rasa yang luar biasa, bukan sakit, lebih tepatnya…hmm…tidak terbayangkan..sulit dikatakan dengan kata-kata, saya dan mr.A tiba di rs. Sampai di rumah sakit, entah mengapa bidan yang pertama kali menyambut saya sungguh tidak ramah, dan tampak tidak suka saat saya menolak untuk jalan ke ruang observasi. Untungnya seorang bidan senior (entah senior atau tidak, pastinya tampak lebih tua) langsung mengambil berkas saya dan mengajak saya bicara pelan-pelan sembari menuntun saya jalan ke ruang observasi. Saya masih sempat melihat jam di ruangan, 12.55. Begitu saya berbaring, bu bidan langsung memeriksa kondisi saya, dan begitu melihat dia langsung tersenyum dengan lebarnya, sembari berkata

it’s already perfect! you’ll giving birth right now, i’ll find a room

sungguh saya langsung lega, begitu juga dengan mr.A. 5 menit kemudian bu bidan datang bersama 3 bidan lainnya, mendorong saya yang terbaring ke ruang melahirkan (adegannya persis kayak di film-film yang pesakitannya didorong-dorong di lororng rumah sakit). Saya masih sempet pindah kasur sendiri, dan begitu pindah, baju diganti dngan baju rs, lalu diperintahkan untuk mengeden jika kontraksi.Kontraksi pertama, dan saya mengejan, bidannya bilang, “his head is showing!you doing great!”. Sebenernya yang paling bikin momen ini g kerasa sakitnya adalah wajahnya mr.A yang dengan setia menemani disamping saya.Wajahnya berbinar-binar saat mengatakan,

Kepalanya Bhumi keliatan

entah ini halusinasi saya atau efek lampu kamar,tapi memang wajahnya yang tersenyum dengan lebarnya menjadi bersinar-sinar membuat saya berkekuatan penuh saat kontraksi yang kedua. Dan alhamdulillah saat kontraksi ketiga, Bhumi lahir sempurna,tepat pada pukul 1.17.

Post-Partum Moment
Saat-saat Bhumi lahir pun, benar-benar pengalaman yang luar biasa. Saya langsung merasa bahagia sebahagia-bahagianya, apalagi saat begitu lahir, Bhumi yang masih berdarah-darah dan berlendir langsung diletakkan di tubuh saya dan ditutupi dengan 5 lembar handuk hangat. Benar-benar saya bisa merasakan tubuh kecilnya yang hangat dalam pelukan saya dan suara tangisannya yang mereda saat tiba di dada saya. Mr.A langsung memeluk saya dan Bhumi sembari menciumi kening saya. Sungguh, kebahagiaan yang tiada duanya. Sembari saya menikmati proses first skin to skin contact , bidan menyuruh mr.A memotong tali ari dan kemudian saya mengejan sekali lagi untuk mengeluarkan kantung plasenta. Sayapun dibiarkan menikmati momen ini. Bidan tidak langsung menjahit luka saya, dan membiarkan saya dan mr.A menikmati kehadiran Bhumi. Lampu ruangan pun diredupkan agar mengurangi gangguan pada mata bayi. Dan bidannya juga mengingatkan untuk segera menyusui Bhumi begitu menunjukkan tanda-tanda lapar, karena pada dasarnya bayi lahir tidakserta merta merasa lapar, yang ada memang kebutuhan dipeluk sebagai tanda kenyamanan dan keamanan.

Mr.A langsung meng-azani Bhumi sepeninggal bidan. Sekarang kami bertiga. Dan tidak hentinya-hentinya saya mengucap alhamdulillah atas kelancaran dan apa yang disebut si bidan an effective giving birth karena total prosesnya hanya 12 menit. Sungguh Allah yang Maha Memudahkan dan Maha Mengetahui yang Baik. Dan alhamdulillah Bhumi lahir bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1431 H atau 9 Juli 2010 di hari Jumat Pon.

Setelah hampir 1 jam, barulah bidan kembali untuk mengobservasi luka dan sembari menjahit bagian yang harus dijahit. Dan bersaman dengan proses ini,Bhumi alhamdulillah menunjukkan tanda-tanda lapar. Saya sambil diajari oleh bidan mulai menyusuinya. Saya jadi mengerti, mengapa orang-orang mengatakan bahwa Inisiasi Menyusui Dini (IMD)/Early Latch On bayinya mencari-mencari puting ibunya. Tanpa dibuat sedemikian rupa si bayi tidak ditunjuki pun,ternyata bagi bayi baru lahir, proses menyusu pun merupakan pengalaman yang super baru, dan saya melihat Bhumi mencari-cari puting saya meskipun sudah di dekatnya. Sungguh, ketika dia mulai menghisap, saya seperti mengalamikontraksidi bagian perut dan melihat air susu yang keluar dari mulut Bhumi membuat saya terharu. Entah mengapa, saya tidak pernah sedikitpun terpikir bahwa air susu tidak akan keluar. Saya berpikir positif, bahwa payudara wanitadibuat sedemikian rupa berdasarkan permintaan. Bila dihisap oleh bayinya, insyaAllah akan keluar. Yang penting berpikiran positif bisa menyusui. Dan alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya untuk memberikan yang terbaik bagi Bhumi di saat-saat awal kelahirannya.

Setelah dijahit, baru setelah 3 jam kelahirannya Bhumi ditimbang dan diukur badannya. Dipakaikan baju yang hangat, lalu tetap diberikan ke saya untuk tetap di dalam pelukan saya. Sungguh yang saya syukuri adalah, saya tidak perlu berpisah sedikitpun dengan bayi saya. Hingga akhirnya kami pindah ke kamar pasien, Bhumi selalu bersama kami.

Pengalaman melahirkan yang membuat saya semakin bersyukur pada Allah,atas nikmatNya yang tiada dua mengirimkan Bhumi ke dunia dengan sehat dan sempurna, mengirimkan mr.A sebagai pendamping hidup saya yang dengan tabahnya menemani seluruh proses melahirkan dari awal kontraksi. Sungguh saya semakin cinta mr.A sejak melahirkan.

Terima kasih ya Allah…atas semua rahmatMU..lindungilah keluarga kecil kami ini dan berikanlah kemudahan bagi kami sebagai ayah dan bunda untuk bisa membesarkan anak kami dalam ridhoMu.

Advertisements

8 thoughts on “Bhumi’s Hours (2)

  1. Duh… ikut terharu dengar cerita proses kelahirannya Bhumi, Win. Jadi inget 3 bulan yang lalu. Selamat utk kalian bertiga yaa… semoga kalian sehat selalu & Bhumi jadi anak shaleh yang selalu membangakan orangtuanya 🙂

    ps : arti namanya Bhumi bagus !

  2. subhanallah cepet banget prosesnya…*rada ngiri*

    hehe selamat ya winda dan mr A…. semoga sehat2, jadi anak sholeh dan pinter… amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s