2nd Month

(tulisan super telat yang lama nggak kesentuh di folder draft..)

Senangnya, akhirnya semua semakin membaik di bulan kedua ini. Tampaknya usaha pedekate saya ke Bhumi membuahkan hasil. Apalagi dengan mr.A yang harus berkuliah di pulau lain,sehingga saya harus mengurus Bhumi sendirian dari pagi buta hingga malam, sehingga saya dan B punya banyak waktu berdua.

Untuk pertama kalinya  Bhumi berhenti menangis kalau bangun tidur dan bersuara ‘eeee’ untuk memanggil kami. Alhamdulillah, senangnyaa 🙂 . Saya bersyukur, dia mempercayai kata-kata kami. Saya berulang-ulang mengatakan kepadanya untuk tidak menangis saat bangun tidur, cukup panggil kami saja, kami pasti akan datang, dan hasilnya positif. Dan yang paling menyenangkan, Bhumi mulai menggunakan suara ‘aee’ untuk minta disusui.

Di bulan kedua ini juga bertepatan dengan puasa Ramadhan. Keberadaan Bhumi ternyata benar-benar berkah untuk kami (subhanallah). Jadwal menyusunya yang teratur dimalam hari bertepatan dengan waktu sahur, sehingga memudahkan saya sekalian menyiapkan sahur untuk mr.A. Durasi tidurnya juga semakin panjang di malam hari dengan diselingi dua kali menyusu. Jadi, waktu istirahat saya semakin membaik dan punya waktu berdua dengan mr.A

Sayangnya, di usia 5 minggu, tenggorokan B agak berlendir yang menyebabkan B susah tidur. Untungnya (makasih ya Allah) tidak disertai kerewelan, hanya lendir ini mengganggu tidurnya yang berakibat dia memilih untuk melek. Karena tidak membaik setelah saya uapi, saya membawanya ke dokter dan alhamdulillah ternyata bukan gangguan pada jalan atau saluran pernapasannya. Hanya gejala yang biasa pada bayi baru. Dan saat saya bertanya tentang tidak tidurnya Bhumi, dokternya hanya menjawab kalau ada masanya bayi tidak ingin tidur, dan itu biasa (dan tidak biasa untuk bundanya berarti). Dokter hanya menyarankan untuk membuat miring kasurnya. Setelah dicoba dan tidak begitu berhasil, akhirnya sayapun melakukan cara tradisional, yaitu menjemurnya dibawah sinar matahari yang saat itu intensitasnya sangat jarang (karena mulai memasuki musim gugur). Syukurnya ini berhasil.

Oh ya, karena si problema lendir ini, akhirnya saya menyusui Bhumi dengan posisi tidur. Sebelumnya saya lebih suka posisi sambil duduk, tapi ternyata setiap kali dipindahkan ke boxnya dia akan terbangun karena lendir ditenggorokannya langsung menggangu. Akhirnya saya mencoba posisi tidur. Awalnya tidak berjalan baik. Saya mengalami lecet di puting PD karena belum terbiasa. Tapi setelah mendalami dan mencari posisi wenak, akhirnya berhasil dan setelah seminggu, akhirnya Bhumi tidur nyenyak dan lendir hilang. Dan ini juga akhir dari Bhumi tidur sendiri di boxnya, karena sejak ini, Bhumi resmi tidur bersama dikasur kami :p.

Bulan kedua ini juga jadwalnya Bhumi untuk datang ke dokter, untuk diperiksa perkembangannya. Kami mendapat jadwal di minggu ke-6 (harusnya usia 5 minggu), tapi karena tenggorokannya agak berlendir, kami mendapat jadwal lebih awal. Dan alhamdulillah semua baik. Berat dan tinggi badan naik. Tulang belakang dan tungkai juga tumbuh sempurna. Dan Bhumi aware pada sekitarnya. 🙂

Dan yang paling oke, Bhumi makin menikmati tidur di strollernya kalau lagi jalan-jalan. Begitu keluar apartemen, langsung tidur. Naik bis,kereta dan metropun anteng. Saya juga mulai berani keluyuran berdua. Ke rumah sakit untuk cek pendengaran, ke dokter bahkan belanja. Senang akhirnya anak laki-laki kecilku ini sudah bisa diajak berkencan 😉 .

Alhamdulillah. Bhumi tumbuh sehat. Senyum-senyum kecilnya pun mulai tampak. Selalu senang dan ketawa-ketawa kalau digendong menghadap depan. Ocehannya mulai keluar, apalagi kalau ngobrol ama ayah. Dan pastinya, Bhumi rajin mandi sekarang.

Dan saya, semuanya membaik. Baby blues attack pelan-pelan menghilang. Penderitaan sakit saat menyusui karena serangan Thrush hilang karena setelah ke dokter saya mendapat salep untuk menghilangkan jamur di puting dan bibirnya Bhumi. Jadwal memasak, beberes dan tidur siang semakin rapih, walaupun kenyataannya memilih tidur siang daripada beberes :p. Dan yang pasti semakin merasakan kenikmatan menjadi seorang ibu (weiissss….).

Alhamdulillah semuannya membaik. Sedikit-sedikit saya belajar untuk mengerti Bhumi, isyaratnya, jadwalnya dan kebiasaannya. Bhumi juga mulai serius memperhatikan kami kalau kami mengajaknya ngobrol. Bhumi….ayah bunda sayang kamu. Sehat selalu ya nak. *kisskiss*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s