B membuat paspor

Jadi ceritanya bunda dan ayahnya B udah ga tahan pengen ngajak si bocah kecil jalan-jalan ke belahan selatan. Jadilah, begitu akte kelahiran selesai, si ayah langsung niat banget ngurus-ngurus paspor.

Untungnya, setelah bertanya-tanya ke pegawai KBRI, syaratnya gampang banget. Pertama adalah mengambil formulir permohonan. Nah untuk pengambilan formulir ini bisa langsung diambil ke KBRI atau kalau males ke KBRI bisa mengirimkan surat untuk minta dikirimi formulirnya. Dasarnya si ayah niat beneran, jadilah dia ke KBRI dengan riang gembira (yang mana KBRI nya juga g jauh-jauh amat). Di formulir sudah tertera syaratnya cuma Akte Kelahiran dan Pasphoto 3×4 4 lembar. Udah itu aja.

Sayangnya si ayah sibuk ga karuan, sehingga pengembalian formulirnya tertunda. Sehingga suatu hari, kami dipastikan harus berangkat ke tenggara jauh, dan hanya punya waktu dua minggu. Langsung isi-isi dan foto Bhumi untuk pas fotonya. Nah, untuk pas fotonya, sebenarnya saya sih udah lama motoin Bhumi untuk keperluan ini,tapi hasilnya selalu aja ga oke. Dianya gerak-geraklah, senyum-senyum, kalau ga,udah oke mukanya, eeeeh, kupingnya ga keliatan satu. Walhasil, sehari sebelum mengembalikan formulir, saya baru berhasil mendapatkan foto Bhumi belum mandi terbaik dan mengedit latarnya.

Alhamdulillah, ternyata proses pembuatan paspor cuma butuh 1 hari. Yeaah!!! Pulang dari kantor ayah sudah kipas-kipas paspor barunya Bhumi. Yuhuuu…senang…berarti habis ini bakal mulai petualangannya Bhumi jalan-jalan sama aybund.

Advertisements

2 thoughts on “B membuat paspor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s