Sabar

Beberapa minggu yang lalu adalah minggu yang ga begitu baik untuk saya dan B. Dia lagi sangat-sangat ingin diperhatikan, sedangkan sayanya lagi tak berenergi, dan tak punya sejuta simpanan sabar. Salahkan hormon yang mengaktifkan PMS. Jadilah, saya super ga sabar sama B yang lagi pengen-pengennya diajak ngapa-ngapain.

Lalu, minggu lalu, saat saya dan B berenang, kami bertemu dengan anak-anak penyandang autis dan keterbelakangan yang juga sedang berenang. Sungguh saya terenyuh dengan kesabaran para terapis yang sedang melatih koordinasi otot mereka. Saya langsung merasa malu. Pastilah saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang tua yang diberi karunia anak-anak yang punya kelebihan ini. Rasanya saya sungguh kurang bersyukur dan bersabar dengan Bhumi yang sekarang lagi masa-masa mengeksplorasi ini. Dari banyak tantangan membesarkan dan mendidik Bhumi, yang paling menantang saat ini adalah, berSABAR.

Saya jadi ingat pembicaraan saya dengan my-beloved fellow mother-across the ocean, Che,

Sabar itu ada batasnya, tapi kasih ibu, tidak berbatas.

ps. selalu menyesal kalau habis ga sabar sama B. Apalagi kalau B habis itu senyum dan ngegodain. I Love You B, more than anything in this universe.

Advertisements

2 thoughts on “Sabar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s