La Moschea di Roma

Dalam perjalanan saya ke Roma beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi salah satu mesjid terbesar di Eropa yang terletak di utara kota Roma, La Moschea di Roma (Mosque of Rome). Terletak di area Acqua Acetosa*, di lembah bukit Monti Parioli, mesjid ini dikelilingi oleh pemandangan hutan hijau dari atas bukit

Moschea di Roma

Mesjid yang mulai dibangun pada tahun 1976 dan kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1995 ini,mampu menampung hampir 12000 jemaat. Dengan luas 30.000 m2, kompleks mesjid yang didesain oleh Paolo Portoghesi, Vittorio Giggliotti dan Sami Mousawi ini juga dijadikan pusat kegiatan kebudayaan dan sosial bagi umat muslim di Roma.

Dekorasi mosaik dinding dalam mesjid

Kunjungan ke mesjid inipun menjadi penawar lelah setelah berkeliling bangunan-bangunan mega besar dan hiruk pikuk kota Roma. Arsitekturnya merupakan kombinasi gaya Roman  dan elemen Islam tradisional, yang memberikan keunikan tersendiri. Piazza yang dilengkapi dengan air mancur merupakan adopsi gaya kota Roma. Bangunan mesjid terinspirasi dari mesjid-mesjid pada masa Ottoman dan dekorasi dinding dalam mesjid terinspirasi dari La Mezquita di Cordoba dan Al Hambra di Granada, sedangkan bagian luar kubahnya terinspirasi dari desain sirkular Pantheon yang digunakan oleh arsitek Apollodorrus (180-120 SM). Pemilihan warna biru dibagian dalam mesjid dan terakota di bagian luar yang melambangkan air dan bumi, memberikan kesejukan bagi yang mengunjungi mesjid ini.

bagian luar mesjid

Bagian unik lain dari mesjid ini adalah pilar yang menjulang di seluruh bagian mesjid. Pilar-pilar La Mochea di Roma ini terinspirasi dari bentuk pohon palem** yang melambangkan keragaman yang merekat dalam kesatuan Islam (James Steele,1991)***, serta bentuknya menyerupai tangan yang sedang berdoa.

Dalam merancang mesjid ini, pada dasarnya Porthogesi terinsiprasi oleh Al Qur’an surat An-Nur yang berarti cahaya, sehingga dia mendesain agar cahaya alami yang masuk dapat menerangi seluruh bagian mesjid serta mengalir seperti air yang mengalir di seluruh bagian luar mesjid melewati air mancur. Konsep cahaya dan air dalam desainnya ini kemudian merupakan representasi penerangan dan pemurnian (illumination and purification) spiritual. (moscheadiroma.com)

Allah is the light of the heavens and earth; ”
(QS. An-Nur:35)

Pastinya, mesjid ini adalah warna lain kota Roma yang didominasi oleh bangunan-bangunan Katolik Roma dan menjadi simbol harmoni dan toleransi, sekaligus menjadi jembatan bagi dunia Islam dan barat selain mengobati kerinduan saya pada suara adzan yang bergema di seantero mesjid saat zuhur tiba. Subhanallah.

catatan :
* Acqua Acetosa : The good water (in Italy)
** Pohon palem banyak dijumpai pada banyak taman mesjid di Maghreb dan Spanyol selatan.
***Steele, James. 1991. The New Mosque and Islamic Centre in Rome. In MIMAR 41: Architecture in Development. London: Concept Media Ltd.

—————————————–
La Moshcea di Roma
Viale della Moschea, 85
Waktu kunjung : Rabu/Sabtu 9:00-11:00
Transportasi : Dari Termini Station (stasiun sentral) – naik Metro A (arah Battisini) berhenti di Flaminio. Ganti kereta Ferrovia Roma-Viterbo (arah Sacrofano) berhenti di Campi Sportivo. Keluar stasiun , jalan 800 meter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s