Album Pertama

Pekerjaan otak saya hari ini membuat saya terlempar pada hari-hari saya saat masih berusia 3 tahun. Yaitu saat mendengarkan alunan lagu “I Just Called to Say I Love You” nya Stevie Wonder dan “How Deep is Your Love” nya BeeGees dari kaset milik papa saya. Sampe sekarang dua lagu itu akan mendadak keluar mengalun dari mulut saya saat saya tidak punya ide akan menyanyi apa saat cuci piring. Saya jadi teringat pada koleksi kaset-kaset milik beliau yang direlakan untuk ditinggal saat kami haru hijrah ke ibukota. Ada 2 laci, kurang lebih 50 kaset, yang umurmya mungkin lebih tua dari umur saya saat itu. Dan saya masih mencoba mengingat, apa ya kaset/CD pertama yang saya beli.

Akhirnya saya ingat. Harusnya memang saya mengingatnya, karena saya harus puasa jajan dan membeli komik selama hampir 3 bulan untuk membeli CD pertama saya ini. Harus rela memandangi CD ini terpampang di toko kaset dengan harapan tidak habis terjual saat saya mampu membelinya. Dangerous, album kedelapan Michael Jackson, CD pertama saya, di tahun 1991. Saya bukan fans fanatiknya MJ, tapi video klip Thriller memang menghantui saya hingga tidak bisa tidur dan masih takjub dengan Anti Gravity lean nya Smooth Criminal, dan saat menonton Black and White untuk pertama kali, saya tidak bisa tidak, harus punya albumnya. Impulsif, tapi ini namanya jatuh cinta. Dimulai dengan album ini, lalu saya jadi generasi boyband 90an. Pengakuan yang agak memalukan, tapi saya memang generasi MTV, eh generasi pop kayaknya. Di deretan CD saya ada Boyzone dan Mark Owen. Ahh, saya jadi ingat, Ronan Keating is my celebrity crush. Dan beberapa CD musisi Indonesia yang semuanya mengingatkan saya pada jatuh cinta dan patah hati (uhuk!!).

Lalu, kaset pertama saya… K nya Kula Shaker. Saya masih ingat perasaan saya saat pertama kali menonton video klip Govinda di MTV (lagi-lagi MTV). Berdegup kencang, euforia. Saya seperti kerasukan. Langsung mengayuh sepeda ke rumah sahabat saya, yang ternyata sama-sama jatuh cinta dengan musiknya Kula Shaker. Jadilah, kami rajin membawa bekal makan siang, demi membeli K. Lalu mendengarkannya di satu walkman disaat istirahat sekolah, atau mencuri dengar di balik jilbab saat mengerjakan LKS sejarah. Pastinya, kami berdua jatuh cinta pada Crispian Mills.

Kaset ini jadi kenang-kenangan untuknya saat saya pindah sekolah.

Dan di tahun 2004, saya membelinya lagi di penjual kaset bekas di depan mesjid Salman, dan kaset ini kini entah kemana.

Jadi mengira-ngira. Apakah album pertamanya Bhumi? Akankah aliran mr.A dan saya akan jadi pengaruh pada pilihan musiknya? Kita tunggu beberapa tahun lagi 🙂

ps. Tulisan ini dibawah pengaruh tulisan milik mas Budi Warsito dalam rangka Record Store Day

Advertisements

2 thoughts on “Album Pertama

  1. hahahaha Windaaa..iya generasi MTV, pulang sekolah nungguin buat nontoin video clip doang secara gak kayak sekarang gampil bisa you tube-ing. Govinda jaya jaya , trus itu Lemon Tree, Oasis, dan Live (eh ygnyanyi Lghtning Crush siapa seh) segala lagu jaman itu kueren kueren. Jadi pengen nulis juga soal album pertama inih

    1. kakak…(aku panggil kakak aja lah ya…). tulis lah. Aduh memang jaman itu lagunya tiada dua. Dibawah pengaruh britpop sekali ternyata kita ya…bahkan brit-boyband. *jadi ingat masa memandangi Ronan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s