31/366 : 71 years

The good note to share from Budi Warsitoand the story behind the famous Indonesian Independent Day declaration.

1945 vs. 2605

platgramofon_proklamasi_indonesiaraya

Pernahkah Anda memperhatikan dan bertanya-tanya, bahwa di teks proklamasi—baik versi tulisan tangan maupun yang diketik—memang tercantum angka ’05 (seperti kata guru-guru SD kita, itu singkatan dari tahun Jepang 2605), tapi kenapa di rekaman audio yang kerap diputar di TV-TV terdengar jelas Bung Karno melafalkan “..seribu sembilan ratus ampat puluh lima..” alias 1945? Mengapa beliau tidak mengucap “..duaribu anem ratus lima..” saja sesuai teks? Kenapa bisa beda, antara yang ditulis dengan yang dibaca? Jawaban paling meyakinkan sejauh ini adalah: rekaman audio tersebut sebenarnya tidak direkam tepat pada saat pembacaan proklamasi di hari Jumat Legi bulan Ramadhan tanggal 17 Agustus 1945 pukul sepuluh pagi, melainkan baru beberapa tahun setelahnya. Yak betul, itu baru direkam beberapa tahun setelahnya. Sejumlah sumber menyebut tahun 1951, konon itu pun setelah Presiden Sukarno berhasil dibujuk dengan susah payah oleh Joesoef Ronodipoero, pendiri Radio Republik Indonesia yang saat itu baru saja membeli peralatan anyar. Bapak Proklamator akhirnya berkenan “membacakan ulang” naskah proklamasi yang legendaris itu untuk direkam oleh Bapak RRI. Setelah beberapa tahun merdeka, termasuk harus mengalami tahun-tahun awal pasca-kemerdekaan yang tak mudah, sangat bisa dimengerti jika untuk rekaman audio-nya kemudian Presiden Sukarno lebih memilih mengucapkan angka 1945 tahun Masehi yang ikonik, mungkin sekaligus sebagai koreksi, dan jelas terdengar lebih nasionalis dan revolusioner ketimbang 2605 tahun Jepang di teks aslinya. Setelah itu baru Lokananta, perusahaan rekaman milik negara yang berdiri pada 1956 di Surakarta, kemudian memperbanyak rekaman “pembacaan ulang” proklamasi itu ke dalam format plat gramofon (shellac) berkecepatan 78rpm, dibundel berurutan di side A dengan lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman versi instrumental resmi pemerintah—diaransemen oleh Jozef “Jos” Cleber beserta Orkes Cosmopolitan dengan beberapa saran/masukan dari Presiden Sukarno langsung.

* Mas Budi Warsito is the owner of private library called Kineruku which has 4000 books, 1000 music and film collections

19/366 : Get Sick

I had a long discussion with one of my friend about how exactly happened while your body have fever or you get cough, even when you have morning sickness. My friend told me about Toxemia, what she called a condition while body poisoned by toxic and body got enervated (less nerve energy) to take the toxin out from body and make us sick. Instead we put chemical medicine, she recomended to have a lot of rest and have fasting for last 12 hours. She gave me few articles to read about this (1),(2),(3).

Screen Shot 2016-04-19 at 11.14.45

I, actually,was not anti-medicine. While living in Copenhagen, doctor never gave B any prescription to take, even if ask, they would recommend us adol (paracetamol) and always asked to have a lot of water, less spicy food and get more rest. It made us, not used to take any medicine. It changed a lot while we back to our home country.

But last few months, I admitted, easily to give B paracetamol to give him comfort while he had fever at night just to make sure he could sleep through the night and get better next morning. Now I feel so much guilty. I even took more paracetamol nowadays to lose the pain. I am not patient enought to enjoy my pain. I need to reduce this also.

While I tried to reduce medicine intake in our family, my family kept asked me to give medicine and always questioned when there are no antibiotics to take. As I remember, I never let B get antibiotic.

Get sick was never easy. Instead of make our body asked for help, better give a good food, healthy food, healthy diet, give more work out, healthy mind to build happy soul. Learn more about how to act to your body and choose the best to get inside your blood.

Be health, be happy.

Fajar

Ada bagian dari Indonesia yang sedang sedang memasuki senja dan siap tenggelam dalam di kegelapan malam, ada yang sedang memancarkan matahari baru di fajar hari.

Ada bagian dari Indonesia gegap gempita memuncaki kehancuran, ada bagian lain dari Indonesia yang tak kentara sedang menata kebangkitan.

Ada bagian dari Indonesia yang sedang riuh-rendah menyempurnakan kepalsuan, ada bagian lain dari Indonesia yang tersembunyi dari pemberitaan sedang merintis kesejatian.

Ada bagian dari Indonesia yang habis-habisan menyebarkan sihir, takhayul dan halusinasi, ada bagian lain dari Indonesia yang menaburkan kasunyatan kebenaran.

Ada bagian dari Indonesia yang mati-matian menyebarkan kecemasan, kesedihan dan pertengkaran, ada bagian lain dari Indonesia yang berkelana menyemarakkan persaudaraan, kesatuan dan kegembiraan.

Ada bagian dari Indonesia yang melemparkan sebagian bangsanya ke masa silam, ada bagian lain dari Indonesia yang merintis pembuatan fondasi dan batubata masa depan.

Di bagian fajar hari itulah saya hadir.

Emha Ainun Nadjib : U19, Senja dan Fajar

MasyaAllah and Subhanallah

In the last Islam Study Class for kids, we learnt about what Rasulullah usually said in daily life. And we found that we both (I and mr.A) had misconception using Subhanallah and MashaAllah. Before we heard about the truth about these words purpose in life condition, we normally used MasyaAllah  when there is a calamity or unexpected turn of event or when we are upset and so on and so forth, and Subhanallah to be used when there is joy or beauty, like when you see a beautiful baby/person or a stunning sunset or a melodious voice.

The truth is,

MashaAllah (ما شاء الل) literally means Whatever Allah (God) wills. It is often used in occasions where there is surprise in someones’ good deeds or achievements; admiration at various abundant goodness. This is expressions of amazement at the beautiful things, and it does wonderful things beloved and desired by Allah (QS. 18 : 39).
then Subhanallah (سبحان الله) literally means Glory be to Allah (God). This exclamation used to express concern over the unfavorable thing in which inappropriate [(QS. 34 : 40-41)(QS. 12 : 108)] and embedded in the meaning of “down” [(QS. 68 : 29)(QS. 24 : 16)], which according to the habits of people in Arabic.

Al-Bukhari narrated in his Saheeh that Jabir ibn ‘Abd-Allah (may Allah be pleased with him) said :

When we went up we would say takbeer (Allahu Akbar) and when we went down we would say tasbeeh (Subhan Allah).

InshaAllah, from now, we start using these words in proper way, avoiding misconception and give precise and meaningful way to the words. InshaAllah.

Moving Forward

I didn’t yet, and then found this article. Indeed very good read.

Be kind to yourself. Stop telling yourself that whatever you are struggling with “should” be easy. If something is hard for you, it is hard for you. There are probably Reasons, though those may just be how you are wired. Acknowledge these things. When you finish something hard, be proud! Celebrate a little. And really, just stop saying “should” to yourself about your thoughts and feelings in any context. You feel how you feel. The things in your head are the things in your head. You can’t change either directly through sheer force of will. You can only change what you do. Stop beating yourself up for who and what you are right now–it isn’t productive. Focus on moving forward.

How to keep moving forward, even when your brain hates you. (via discostarking)

La Moschea di Roma

Dalam perjalanan saya ke Roma beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi salah satu mesjid terbesar di Eropa yang terletak di utara kota Roma, La Moschea di Roma (Mosque of Rome). Terletak di area Acqua Acetosa*, di lembah bukit Monti Parioli, mesjid ini dikelilingi oleh pemandangan hutan hijau dari atas bukit

Moschea di Roma

Mesjid yang mulai dibangun pada tahun 1976 dan kemudian dibuka untuk umum pada tahun 1995 ini,mampu menampung hampir 12000 jemaat. Dengan luas 30.000 m2, kompleks mesjid yang didesain oleh Paolo Portoghesi, Vittorio Giggliotti dan Sami Mousawi ini juga dijadikan pusat kegiatan kebudayaan dan sosial bagi umat muslim di Roma.

Dekorasi mosaik dinding dalam mesjid

Kunjungan ke mesjid inipun menjadi penawar lelah setelah berkeliling bangunan-bangunan mega besar dan hiruk pikuk kota Roma. Arsitekturnya merupakan kombinasi gaya Roman  dan elemen Islam tradisional, yang memberikan keunikan tersendiri. Piazza yang dilengkapi dengan air mancur merupakan adopsi gaya kota Roma. Bangunan mesjid terinspirasi dari mesjid-mesjid pada masa Ottoman dan dekorasi dinding dalam mesjid terinspirasi dari La Mezquita di Cordoba dan Al Hambra di Granada, sedangkan bagian luar kubahnya terinspirasi dari desain sirkular Pantheon yang digunakan oleh arsitek Apollodorrus (180-120 SM). Pemilihan warna biru dibagian dalam mesjid dan terakota di bagian luar yang melambangkan air dan bumi, memberikan kesejukan bagi yang mengunjungi mesjid ini.

bagian luar mesjid

Bagian unik lain dari mesjid ini adalah pilar yang menjulang di seluruh bagian mesjid. Pilar-pilar La Mochea di Roma ini terinspirasi dari bentuk pohon palem** yang melambangkan keragaman yang merekat dalam kesatuan Islam (James Steele,1991)***, serta bentuknya menyerupai tangan yang sedang berdoa.

Dalam merancang mesjid ini, pada dasarnya Porthogesi terinsiprasi oleh Al Qur’an surat An-Nur yang berarti cahaya, sehingga dia mendesain agar cahaya alami yang masuk dapat menerangi seluruh bagian mesjid serta mengalir seperti air yang mengalir di seluruh bagian luar mesjid melewati air mancur. Konsep cahaya dan air dalam desainnya ini kemudian merupakan representasi penerangan dan pemurnian (illumination and purification) spiritual. (moscheadiroma.com)

Allah is the light of the heavens and earth; ”
(QS. An-Nur:35)

Pastinya, mesjid ini adalah warna lain kota Roma yang didominasi oleh bangunan-bangunan Katolik Roma dan menjadi simbol harmoni dan toleransi, sekaligus menjadi jembatan bagi dunia Islam dan barat selain mengobati kerinduan saya pada suara adzan yang bergema di seantero mesjid saat zuhur tiba. Subhanallah.

catatan :
* Acqua Acetosa : The good water (in Italy)
** Pohon palem banyak dijumpai pada banyak taman mesjid di Maghreb dan Spanyol selatan.
***Steele, James. 1991. The New Mosque and Islamic Centre in Rome. In MIMAR 41: Architecture in Development. London: Concept Media Ltd.

—————————————–
La Moshcea di Roma
Viale della Moschea, 85
Waktu kunjung : Rabu/Sabtu 9:00-11:00
Transportasi : Dari Termini Station (stasiun sentral) – naik Metro A (arah Battisini) berhenti di Flaminio. Ganti kereta Ferrovia Roma-Viterbo (arah Sacrofano) berhenti di Campi Sportivo. Keluar stasiun , jalan 800 meter.

GO-Bag : Disaster Supplies Kit

Tulisan nya saya salin dari blog saya yang lama. Mengingat gempa hari ini di wilayah Jepang cukup besar dan berpotensi menggerakkan lempeng yang lain, rasanya informasi ini masih sangat berguna.

Ada banyak hal yang perlu disiapkan, mengingat Indonesia merupakan daerah rawan gempa, dimana gempa bisa terjadi kapan saja dengan kekuatan yang sangat bervariasi. Salah satu yang bisa disiapkan adalah GO-Bag.


 

GO-Bag adalah tas yang isinya adalah segala macam peralatan pertama dan penting yang dibutuhkan bila terjadi bencana. GO-Bag bisa berupa tas ransel atau kotak penyimpan barang beroda, yang intinya adalah pembawa barang yang mudah dibawa bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Beberapa barang yang merupakan isi GO-Bag antara lain :
  • Senter
  • Radio (yang dioperasikan dengan baterai)
  • Baterai Cadangan
  • Baterai Telepon Genggam Cadangan
  • Peluit
  • Masker
  • Pisau saku
  • Pembuka botol dan kaleng saku
  • Uang tunai
  • Peta lokal
  • Air dalam wadah tahan bocor untuk keperluan 2-3 hari dan Botol Minuman
  • Makanan : Makanan tahan lama/Makanan kaleng yang tinggi kalori, makanan ringan
  • Spidol permanen, kertas dan pita
  • Sepatu Kets, Pakaian Ganti, dan Topi hangat
  • Kacamata, Lensa kontak cadangan
  • Plastik Daftar alergi obat (terutama antibiotik) atau makanan
  • Resep obat-obatan dan perlengkapan pertolongan pertama
  • Peralatan kebersihan pribadi (Sikat gigi, pasta gigi, Sabun)
  • Perlengkapan Kebersihan (Tissue Basah, Pembalut Wanita, Popok)
  • Foto kopi kartu identitas (KTP/SIM/KTM)
  • Foto Kopi asuransi kesehatan
  • Foto-foto anggota keluarga dan hewan peliharaan untuk keperluan identifikasi ulang
  • Fotokopi riwayat kesehatan dan resep dokter yang sedang dipakai
  • Daftar no. telp darurat
  • Ekstra kunci untuk rumah dan kendaraan

Siapkan GO-Bag untuk masing-masing anggota keluarga dan perhatikan kebutuhan untuk anak-anak, orang tua dan orang berkebutuhan khusus, dan hewan peliharaan. GO-Bag ini disimpan ditempat yang mudah diingat dan mudah dijangkau oleh semua anggota keluarga. Bila perlu, siapkan di mobil juga ditempat kerja. Banyak informasi mengenai persiapan sebelum gempa, salah satunya disini. Semoga dengan semakin pedulinya kita bahwa negara kita adalah negara rawan gempa, maka semakin dini persiapan yang bisa kita lakukan, dan dimulai dari diri sendiri.